KETIK, BLITAR – Kepastian arah organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) akhirnya menemukan titik terang. Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) resmi menegaskan bahwa kepemimpinan PSHT berada di bawah satu komando, yakni Muhammad Taufiq sebagai Ketua Umum dan Purwanto Budi Santoso sebagai Sekretaris Umum.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Cabang PSHT Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono yang akrab disapa Bagas menyampaikan sikap tegas sekaligus optimistis. Ia menilai, dinamika yang sempat berkembang kini telah mencapai kejelasan hukum dan organisasi.
“Ini sudah terang. Tidak ada lagi ruang untuk isu dualisme. PSHT hanya dipimpin satu ketua umum, Kangmas Taufiq,” ujar Bagas, Jumat 10 April 2026.
Bagas menekankan bahwa keputusan PB IPSI harus menjadi rujukan utama seluruh jajaran di daerah. Ia juga mendorong pemerintah daerah, termasuk Forkopimda, untuk bersikap linier dan aktif dalam menjaga stabilitas.
Menurutnya, langkah sosialisasi dan pendekatan preventif penting dilakukan agar tidak muncul gesekan di lapangan.
“Kami berharap semua pihak bisa menjaga kondusivitas. Dengan kepastian ini, kegiatan organisasi bisa berjalan normal kembali dan fokus pada prestasi,” tambahnya.
Lebih jauh, Bagas melihat momentum ini sebagai peluang untuk mengembalikan fokus PSHT sebagai organisasi pencak silat yang berkontribusi bagi bangsa, khususnya dalam mencetak atlet berprestasi.
Sementara itu, penegasan dari PB IPSI yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto turut memperkuat legitimasi tersebut. IPSI mengacu pada Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0005428.AH.01.07 Tahun 2025 yang menetapkan Muhammad Taufiq dan Purwanto Budi Santoso sebagai pengurus sah PSHT.
Selain pengakuan legalitas, IPSI juga memastikan pemulihan hak-hak organisasi PSHT dalam lingkup kegiatan resmi, yang sebelumnya sempat terhambat akibat dinamika internal.
Dengan demikian, arah kepemimpinan PSHT kini telah terkunci secara administratif maupun organisatoris. Satu komando, satu tujuan mendorong prestasi dan menjaga marwah perguruan.(*)
