Bazar RaDja Hidupkan UMKM, Alun-alun Kanigoro Blitar Dipadati Ratusan Pengunjung

4 April 2026 15:09 4 Apr 2026 15:09

Thumbnail Bazar RaDja Hidupkan UMKM, Alun-alun Kanigoro Blitar Dipadati Ratusan Pengunjung

Bagas (tengah) bersama sekertaris dan bendahara RaDja, di Alun-alun Kankab Kanigoro Blitar, Sabtu 4 April 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Malam minggu di Alun-alun Kantor Kabupaten Blitar, Kanigoro, terasa berbeda. Lampu-lampu temaram berpadu dengan riuh tawa, aroma kuliner menguar di udara, dan langkah kaki yang nyaris tak berjarak.

Ribuan orang berbaur dalam satu denyut: bazar UMKM yang digelar Organisasi Masyarakat Rakyat Djelata (RaDja) bersama AN Promosindo.

Tak sekadar ramai, suasana terasa hidup seperti sebuah pesta rakyat kecil yang hangat dan penuh harapan.

Bazar yang resmi dibuka pada Jumat 3 April 2026 ini memang tak biasa. Jika umumnya kegiatan serupa hanya berlangsung singkat, RaDja justru menghadirkan konsep berbeda dengan durasi hingga 10 hari penuh.

Ketua Ormas RaDja, Tugas Nanggolo Yudo Dilli Prasetiono atau akrab disapa Bagas, menegaskan bahwa langkah ini bukan tanpa alasan. Ia ingin memberi ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk benar-benar tumbuh, bukan sekadar “numpang lewat” di keramaian.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Bazar ini menjadi salah satu upaya konkret untuk membuka akses pasar yang lebih luas,” ujarnya, Sabtu 4 April 2026.

Menurutnya, waktu pelaksanaan yang panjang menjadi kunci agar pelaku usaha bisa membangun koneksi dengan konsumen secara lebih dalam.

“Dengan 10 hari pelaksanaan, pelaku UMKM punya waktu yang cukup untuk membangun relasi dengan konsumen, mengenalkan produk, sekaligus meningkatkan penjualan,” jelasnya.

Sejak hari pertama, geliat ekonomi langsung terasa. Stand-stand kuliner dipenuhi antrean, kerajinan tangan menarik perhatian, hingga produk olahan khas daerah laris diburu pengunjung.

Alun-alun yang biasanya lapang berubah menjadi lautan manusia padat, sesak, namun penuh energi positif. Bagi Bagas, pemandangan ini adalah sinyal kuat.

“Ini menunjukkan bahwa ruang-ruang ekonomi seperti bazar masih sangat relevan. Masyarakat butuh tempat untuk berinteraksi sekaligus bertransaksi,” katanya.

RaDja pun tak ingin sekadar hadir sebagai penyelenggara kegiatan sosial biasa. Ada misi yang lebih dalam: menjadi bagian dari solusi ekonomi masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya hadir secara simbolis. Program seperti ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Menariknya, bazar ini juga dikemas dengan hiburan yang membuat suasana semakin semarak. Musik, interaksi hangat, hingga nuansa santai khas malam minggu menjadikan pengunjung betah berlama-lama.

“Kami sengaja menghadirkan hiburan agar masyarakat tidak hanya datang untuk belanja, tetapi juga menikmati suasana. Ini bagian dari upaya meningkatkan daya tarik kegiatan,” tambahnya.

Di tengah gemerlap sederhana itu, terselip harapan besar: UMKM lokal bisa naik kelas.

“Harapan kami sederhana, UMKM lokal bisa dikenal lebih luas, berkembang, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan pelaku usahanya,” ujarnya.

RaDja juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah. UMKM ini adalah tulang punggung ekonomi masyarakat, jadi harus terus diperkuat,” katanya.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan tidak berhenti di Kanigoro saja. RaDja ingin menjadikannya gerakan berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak wilayah.

“Kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Harus ada keberlanjutan agar dampaknya benar-benar terasa,” pungkasnya.

Malam itu, di bawah langit Kanigoro, bukan hanya transaksi yang terjadi. Ada harapan yang diperjualbelikan, ada mimpi yang perlahan menemukan jalannya. Dan di antara riuh manusia, UMKM lokal berdiri lebih percaya diri, lebih berani menatap esok.(*)

Tombol Google News

Tags:

Radja Expo UMKM Blitar Kabupaten Blitar Kanigoro