KETIK, SURABAYA – Sebanyak 25 narapidana beragama Buddha di Jawa Timur mendapat remisi atau pemotongan masa hukuman dalam rangka Hari Raya Waisak. Pemotongan ini dilakukan setelah dilakukan penilaian terhadap narapidana selama menjalani masa hukuman yang dianggap berkelakuan baik serta beraktivitas positif.
"Karena bersifat khusus, maka hanya narapidana beragama Buddha saja yang mendapatkan remisi," ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono, Kamis (23/5/2024).
Heni menjelaskan besaran remisi yang diberikan bervariasi. Paling rendah 15 hari. Sedangkan paling besar sebesar 2 bulan.
"Besaran remisi tergantung pada masa pidana yang telah dijalani, semakin lama, semakin besar," terang Heni.
Selain itu, syarat yang harus dipenuhi narapidana untuk mendapatkan remisi adalah berkelakuan baik dalam kurun waktu remisi berjalan.
"Berkelakuan baik ini dibuktikan dengan telah dilakukan penilaian pembinaan berdasar sistem penilaian pembinaan narapidana (SPPN) secara rutin," jelas Heni.
Selain itu, telah menjalani pidana minimal enam bulan untuk narapidana dan tiga bulan bagi anak binaan dihitung sejak tanggal penahanan sampai tanggal 23 Mei Tahun 2024.
"Juga syarat mutlaknya adalah telah menunjukkan penurunan tingkat risiko yang didasarkan atas penilaian instrumen screening penempatan narapidana (ISPN)," urainya.
Dari 25 narapidana yang mendapatnya remisi khusus Waisak di Jatim, lebih dari separuhnya atau sebanyak 13 orang mendapatkan pemotongan masa pidana sebesar 1 bulan. Selain itu, sebanyak lima orang mendapatkan remisi 1 bulan 15 hari dan ada pula yang mendapatkan pemotongan selama 2 bulan sebanyak 4 orang. Sisanya mendapatkan potongan hukuman selama 15 hari.
"Tidak ada yang langsung bebas, semuanya masih harus menjalani sisa pidananya," tutup Heni. (*)
Hari Raya Waisak, 25 Narapidana di Jatim Dapat Remisi
23 Mei 2024 11:10 23 Mei 2024 11:10
Narapidana di Jatim yang memperoleh remisi Waisak, Kamis (23/5/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)
Trend Terkini
5 Februari 2026 12:42
Kota Madiun Memanas! Kawat Berduri Mengitari Padepokan Agung PSHT Jelang Parluh Kubu R. Moerdjoko
2 Februari 2026 11:49
Dana BGN Seret, Distribusi MBG di Tuban Terganggu, 5 Dapur SPPG Tutup Sementara
6 Februari 2026 22:24
Cuma 15 Menit! Jembatan Gantung Garuda Kabupaten Malang Permudah Akses Warga 2 Desa
3 Februari 2026 11:38
Siapkan 75.000 Porsi Makanan, Ini 6 Titik Lokasi Dapur Umum Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang
2 Februari 2026 13:35
Tolak Parluh 2026, Ratusan Warga PSHT Berbagai Wilayah Hitamkan Alun-alun Madiun
Tags:
Remisi Waisak Hari Raya Waisak Umat Budha Kemenkumham Jatim Jawa timur buddhaBaca Juga:
Cegah Vandalisme, KAI Daop 7 Madiun Ajak Pelajar Jadi Agen Keselamatan KABaca Juga:
Update Dampak Gempa Pacitan: 43 Rumah dan 5 Fasilitas Umum Rusak, 1 Warga MeninggalBaca Juga:
Kejar Elektrifikasi Penuh, Pemprov Jatim Pasang Listrik Gratis bagi Ribuan RTMBaca Juga:
Libatkan Akademisi, BPBD Jatim dan Pascasarjana Unair Perkuat Upaya Penanggulangan BencanaBaca Juga:
Cuaca Surabaya 6 Februari 2025 Diprakirakan Berawan, Madiun Hujan RinganBerita Lainnya oleh Moch Khaesar
24 Oktober 2025 20:01
Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah
22 Oktober 2025 19:30
Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa
22 Oktober 2025 19:04
Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan
20 Oktober 2025 06:05
Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia
19 Oktober 2025 12:38
GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?
