KETIK, MALANG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar menilai Mujahadah kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan dan peradaban.
“NU telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga harmoni kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Mujahadah Kubro ini bukan hanya penguatan spiritual, tetapi juga penguatan komitmen kebangsaan untuk terus merawat persatuan dan kedamaian,” katanya dikutip dari keterangan resmi usai menghadiri Mujahadah kubro 1 Abad NU di Kota Malang, Minggu, 8 Februari 2026.
Kemenag, kata dia, senantiasa mendukung tradisi keagamaan yang menanamkan nilai moderasi beragama, cinta Tanah Air serta ajaran Islam Rahmatan Lil 'Alamin di tengah masyarakat.
Mujahadah Kubro 1 Abad NU dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, para Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta pimpinan lembaga tinggi negara, di antaranya Ketua MPR RI, Panglima TNI dan Kapolri.
Hadir pula jajaran pimpinan Nahdlatul Ulama, antara lain Rais ‘Aam Pengurus Besar NU KH. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH. Anwar Mansyur, Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz, serta Sekretaris Jenderal PBNU Syifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI.
Kegiatan ini juga dihadiri para kiai, ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin se-Jawa Timur. (*)
