KETIK, MALANG – Kesuksesan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) mendapatkan sorotan postif dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Berkat kegiatan tersebut, Kota Malang dinilai siap mengembangkan wisata religi berkelas nasional.
Mujahadah Kubro 1 Abad NU terselenggara pada 7-8 November 2026 di Stadion Gajayana. Puncak kegiatan dari hari lahir ke-100 NU itu berhasil menarik hingga 107.000 jemaah dari pelosok Jawa Timur maupun daerah lainnya.
Bahkan, tokoh-tokoh nasional seperti Presiden RI Prabowo Subianto beserta jajaran menteri, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Purwono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua dan Sekjen PBNU, Rais 'Aam juga turut hadir menyambut jemaah Nahdliyin.
Meskipun sempat diguyur hujan sejak sore hingga dini hari, semangat para jemaah tidak surut. Saat itu, sholawat dan doa yang menggema dari Kota Malang berhasil terdengar hingga ke seluruh penjuru Nusantara.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengapresiasi terhadap kinerja pemerintah dan penyelenggara. Ia menyebut, koordinasi antarinstansi dan kesigapan panitia menjadi kunci kelancaran acara.
Ia juga melihat langsung ribuan jemaah yang tetap tertib sejak datang hingga kegiatan berakhir. Kondisi tersebut menjadi prestasi terhadap pengelolaan even skala besar di Kota Apel.
"Berarti ke depannya Kota Malang siap menerima kegiatan yang levelnya sudah nasional ya, jadi untuk seluruh Indonesia. Terfasilitasi dengan baik, bisa menjadi titik balik Kota Malang dalam mempersiapkan kegiatan yang levelnya bukan regional lagi," ujar Mia, Minggu 8 Februari 2026.
Jalan Menuju Optimalisasi Wisata Religi
Menurut Mia, Mujahadah Kubro 1 Abad NU dapat membuka jalan lebih lebar untuk optimalisasi wisata religi di Kota Malang. Terlebih tak hanya sekali Kota Malang berhasil menjadi tuan rumah kegiatan keagamaan. Sebelumnya, Kota Malang juga sukses terpilih menjadi lokasi kedatangan penceramah Zakir Naik.
"Sebetulnya potensi kita ada ya untuk wisata religi. Pastinya kan banyak hal yang bisa kita perbaiki dari kegiatan. Sesuskses apapun kegiatan, pastinya nanti ke depannya ingin melayani lebih baik lagi," jelas politisi PDIP Kota Malang itu.
Sudah saatnya Kota Malang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata heritage atau kuliner, melainkan menjadi pusat kegiatan religi inklusif. Potensi yang sudah nampak di depan mata itu harus dilengkapi dengan infrastruktur dan pelayanan kepada wisatawan religi.
"Jadi pastinya dengan adanya kegiatan ini menjadi pembelajaran untuk lebih baik ke depan. Harus ada hal-hal yang bisa kita sempurnakan untuk melayani para wisatawan religi," ungkapnya.
Beberapa potensi destinasi wisata yang dapat dioptimalkan oleh Pemkot Malang, mulai dari Makam Ki Ageng Gribig, Makam Mbah Honggo, maupun Kuburan Londo yang sekaligus dapat menjadi destinasi wisata sejarah.
Menurut Mia, Pemkot Malang harus bergerak cepat agar momen memanfaatkan potensi wisata religi tidak tertinggal. Harapannya juga menimbulkan efek bergulir terhadap perekonomian masyarakat.
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono yang melihat potensi perputaran ekonomi atas Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang sukses digelar pada 8 Februari 2026 di Stadion Gajayana. (Foto: Lutfia/Ketik)
Ungkap Wajah Toleran Kota Malang
Umat gereja di sekitar Stadion Gajayana yang berbondong-bondong menyiapkan makanan, mjnuman hingga tempat transit bagi jemaah NU berhasil mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo. Menurut Mia, wajah toleransi di Kota Malang dapat menjadi cerminan bagi daerah lain agar saling menghargai antar sesama manusia.
"Kita saling menegaskan kembalilah, bagaimana atmosfer di Indonesia yang harus kita jaga. Tantangan ke depan kan banyak, jadi kalau semua stakeholder dalam masyarakat semakin solid itu kan kita menghadapinya pasti mudah," kata Mia
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono mengatakan terpilihnya Kota Malang sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan. Terlebih Mujahadah Kubro 1 Abad NU dijawab dengan keramahan warga setempat.
Bahkan jemaat gereja rela mengalihkan jadwal peribadatan demi melayani warga Nahdliyin untuk singgah. Jemaah-jemaah pun mendapat sambutan hangat, bukan hanya dari gereja, namun ormas keagamaan seperti Muhammadiyah.
"Semua pihak saling bahu membahu, menyambut dan menyediakan kebutuhan jemaah. Ormas dan agama lain ikut membantu, itu adalah bentuk kepedulian dan toleransi di Kota Malang," kata Trio.
Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang Anas Muttaqin turut mengerahkan relawan untuk menyambut jemaah. Beberapa posko relawan didirikan demi memfasilitasi makanan, minuman, mushola, hingga kamar mandi.
"Ada 8 posko yang tersebar di sekitar lokasi Stadion Gajayana. Selain karna ingin membantu saudara kita dari jauh, jiga sesuai arahan Sekjen PKB agar fraksi PKB total di Mujahadah Kubro," ungkap Anas.
Menurutnya segala upaya yang dilakukan oleh relawan, umat beragama di Kota Malang, hingga ormas maupun komunitas dalam Mujahadah Kubro 1 Abad NU menjadi harmoni baik di tengah perbedaan.
"Kota Malang kita jadikan contoh bagaimana ada harmoni di tengah perbedaan yang ada. Kerukunan antarumat beragama berjalan baik dan saling mendukung demi nama baik Kota Malang," katanya.
Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang Anas Muttaqin saat meninjau posko di Jalan Besar Ijen untuk jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang digelar pada 8 Februari 2026. (Foto: Dok Pribadi Anas Muttaqin for Ketik.com)
Malang Raya Banjir Berkah Ekonomi
Mujahadah Kubro 1 Abad NU bukan sekadar ajang menguatkan spiritualitas dan kebersamaan. Gelaran tersebut juga motor penggerak ekonomi bagi masyarakat Malang Raya, khususnga Kota Malang.
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menjelaskan 107.000 jemaah yang hadir tentu menciptakan efek domino positif. Mulai dari untuk pengusaha hotel, pedagang kaki lima, restoran, UMKM, dan lainnya.
Trio mengamati bagaimana antusiasme jemaah memberi dampak instan pada tingkat hunian penginapan di Malang Raya. Menurutnya, momentum langka ini menjadi berkah ekonomi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Saya pikir dengan masyarakat yang berbondong itu juga positif buat Kota Malang. Kegiatan ini juga meningkatkan okupansi, dan investasi ini juga bisa membawa rezeki buat masyarakat," ungkap Trio.
Perputaran ekonomi ini juga didukung oleh kebijakan strategis pemerintah daerah dalam memastikan jemaah merasa nyaman untuk berbelanja dan berwisata. Terlebih Kota Malang telah banyak melakukan pembenahan fasilitas wisata gratis yang ada di tengah kota.
Selama Mujahadah Kubro berlangsung hingga berakhir, beberapa jemaah terlihat memadati beberapa fasilitas umum. Mulai dari Alun-alun Tugu, Alun-alun Merdeka, maupun Kayutangan Heritage.
"Jelas kami support apa yang dilakukan pemerintah. Ini kan juga gawean langka yang tidak bisa setiap saat ada karena momen 1 abad. Apalagi juga berbarengan dengan 1 abadnya Stadion Gajayana," kata politisi PKS Kota Malang itu.
Dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dapat kembali dimaksimalkan oleh Pemkot Malang. Mujahadah Kubro dinilai membuka peluang berjalannya wisata religi dan menjadi pemantik kemandirian ekonomi rakyat yang signifikan.
"Ini momen yang sangat bagus sehingga harus disambut dengan baik. Bagi kami even ini juga bisa meningkatkan citra dan juga otomatis nanti berdampak bagi PAD," tuturnya. (*)
