Kejar Elektrifikasi Penuh, Pemprov Jatim Pasang Listrik Gratis bagi Ribuan RTM

6 Februari 2026 16:25 6 Feb 2026 16:25

Thumbnail Kejar Elektrifikasi Penuh, Pemprov Jatim Pasang Listrik Gratis bagi Ribuan RTM

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ketika menjalankan program pemasangan listrik gratis bagi rumah tangga miskin. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menargetkan capaian rasio elektrifikasi sebesar 100 persen pada tahun 2026 dengan meluncurkan program pemasangan listrik gratis bagi 3.400 rumah tangga miskin di berbagai kabupaten/kota.

Ia mengatakan, program tersebut merupakan upaya percepatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu. Saat ini, rasio elektrifikasi di Jawa Timur telah mencapai sekitar 99 persen.

“Saat ini rasio elektrifikasi Jawa Timur telah menyentuh angka 99 persen. Kita ingin mengintervensi secara lebih masif melalui program-program yang berdampak langsung dan menyasar kebutuhan dasar rumah tangga miskin di Jawa Timur,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis 5 Februari 2026.

Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,89 miliar dari APBD Tahun 2026 untuk menunjang kelancaran program tersebut.

Khofifah menjelaskan, anggaran itu digunakan untuk pembiayaan Bantuan Instalasi dan Sambungan Rumah (IRSR) yang dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan PT PLN (Persero). Selain itu, setiap penerima manfaat juga akan memperoleh bantuan token listrik senilai Rp300.000.

"Token listrik ini dapat digunakan hingga sekitar enam bulan pemakaian awal, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” jelas Khofifah.

Terkait mekanisme penentuan penerima, Khofifah menyebutkan bahwa calon penerima bantuan diusulkan melalui Surat Usulan Belanja Program kepada Gubernur dan harus terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 4. Data calon penerima juga diinput melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Selain tergolong rumah tangga miskin, calon penerima merupakan warga yang belum berlistrik, namun berada di wilayah yang telah terjangkau jaringan PT PLN (Persero).

Pemprov Jatim juga memastikan adanya masa pemeliharaan instalasi listrik selama satu tahun bagi setiap penerima. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan bersama pihak terkait untuk menjamin program berjalan sesuai sasaran.

Pada tahun 2026, penerima program pemasangan listrik gratis tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Pacitan sebanyak 400 rumah tangga, Ponorogo 300, Trenggalek 300, Tulungagung 100, Kabupaten Blitar 178, Kabupaten Kediri 200, Kabupaten Malang 100, Banyuwangi 300, Bondowoso 100, Situbondo 100, serta Kabupaten Probolinggo sebanyak 20 rumah tangga.

"Dengan intervensi ini, kami optimistis target 100 persen rasio elektrifikasi di Jawa Timur dapat segera terwujud sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur Jawa timur PLN listrik Rumah Tangga Miskin