KETIK, MALANG – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memenuhi panggilan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026. Kehadirannya merupakan bagian dari agenda kenegaraan bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia.
Presiden Prabowo menyampaikan taklimat strategis bermuatan pesan intelektual dan geopolitik di hadapan para rektor serta guru besar perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Selain itu, Presiden Prabowo memaparkan visi besar untuk mewujudkan Indonesia sebagai brain country. Ia menekankan pentingnya melahirkan bangsa yang cerdas dalam menghadapi kemajuan zaman, memahami perubahan global, serta mampu mengambil langkah strategis yang matang dan berdaulat.
Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada para rektor, dekan, dan guru besar sebagai elite bangsa yang mencetak para cendekiawan, ilmuwan, hingga teknokrat. Ia menegaskan bahwa maju-mundurnya suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas para elitenya, sehingga konsep brain country menjadi sangat relevan di dunia pendidikan.
Menurut Presiden, mengelola negara tidak cukup hanya dengan kekayaan alam, niat baik, atau slogan moral semata. Negara membutuhkan kejernihan berpikir, integritas moral, serta kecerdasan strategis dari para pemimpinnya.
Selain itu, diperlukan kecepatan dalam membaca realitas, kemampuan mengelola kekuatan, dan ketegasan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional jangka panjang.
Dalam konteks ini, perguruan tinggi bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan pusat produksi gagasan, analisis kebijakan, dan panduan etik bagi penyelenggaraan negara.
Ada tiga aliran besar dalam praktik bernegara, yakni aliran ideologi, aliran ekonomi, dan aliran realisme.
Mengaca pada Amerika Serikat dan Tiongkok yang mengoptimalkan seluruh kekuatan nasionalnya dalam mempertahankan pengaruh global.
Presiden Prabowo juga berpesan agar Indonesia harus menjadi bangsa cerdas, tidak naif, dan tidak terjebak pada ideologi tanpa realitas geopolitik dunia.
Dalam hal ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kalangan akademisi tidak boleh terjebak dalam rutinitas mengajar dan meneliti tanpa arah yang jelas.
"Jangan asyik mengajar dan meneliti, tetapi tidak mempertimbangkan konteks dan peta geopolitik global," ucap Presiden Prabowo di hadapan seluruh para rektor, dekan dan guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
Tak hanya itu, sumber daya alam Indonesia juga harus berada di tangan bangsa Indonesia dengan dukungan riset, kajian, dan kebijakan kuat dari perguruan tinggi.
Dalam membuat kebijakan dalam mengelola hutan, air dan udara untuk rakyat, Presiden Prabowo berlandaskan konstitusional yang sangat kuat dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Pasal 33, ayat (1): “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.” Ayat (2): “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.”
Ayat (3): “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”
Ayat (4): “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.”
Dalam pertemuan ini, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., juga menjadi salah satu partisipan yang bergabung bersama pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan perguruan tinggi umum dari berbagai daerah.
Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana mengungkapkan bahwa selalu menjadi bagian dari akademisi Indonesia siap mengikuti semua arahan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kami siap menjalankan arahan-arahan strategis Bapak Presiden Prabowo Subianto. UIN Malang dengan SDM dan keunggulan yang dimiliki, siap dan akan terus berjuang mencetak generasi unggul yang berakhlak," ungkap Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana.
Tak hanya itu, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana juga menegaskan UIN Maulana Malik Ibrahim memiliki Fakultas Kedokteran. Menjadi tempat lahirnya dokter-dokter karakter, akhlak, dan jiwa Al-Qur’an.
"UIN Malang juga punya fakultas Kedokteran. Kita support dengan melahirkan dokter-dokter yang berkarakter, berakhlak, dan berjiwa Al-Qur’an," pungkas Rektor UIN Malang.(*)
