KETIK, MALANG – Menjelang Lebaran, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang optimistis pertumbuhan ekonomi akan tetap positif seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. OJK juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi serangan siber selama libur panjang Lebaran.
Tak hanya itu, OJK Malang juga mengungkapkan bahwa banyak dana yang ditarik sejak sebelum hingga selama Ramadan untuk digunakan membuka usaha. Sementara setelah Lebaran, diperkirakan akan kembali terjadi aliran dana yang masuk.
Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, mengatakan Ramadan juga memengaruhi sektor keuangan. Ia menjelaskan, sejak satu bulan sebelum Ramadan hingga mendekati Lebaran biasanya terjadi penurunan dana. Namun setelah Lebaran, aliran dana diprediksi kembali meningkat.
Dalam hal ini OJK berpesan kepada perbankan untuk benar-benar antisipasi agar ketika dana diambil memang sudah dipersiapkan.
"Dampak bulan Ramadan dalam sektor keuangan, dari sisi dana pihak ketiga nanti akan terlihat turun, nanti dicek apakah sudah menyiapkan dana atau belum, menjelang lebaran akan ada penarikan dana udah menjadi satu siklus, kondisi yang harus diantisipasi oleh bank, harus sudah disiapkan saat diambil," ucap Farid Falatehan.
Selain itu, OJK Malang juga mengimbau seluruh perbankan di Malang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan siber selama periode libur Lebaran.
Peningkatan aktivitas transaksi digital masyarakat menjelang hingga pasca libur panjang dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, keamanan, pengawasan transaksi, serta mitigasi risiko guna menjaga stabilitas layanan keuangan dan melindungi data nasabah.
Farid Falatehan juga mengungkapkan bahwa serangan siber pada bank-bank kerap terjadi saat libur panjang keagamaan, seperti Lebaran. Karena libur panjang, tentunya tidak ada yang memantau sistem pada bank.
Dalam keadaan tersebut, hacker bisa dengan mudah masuk ke sistem dan bisa mendapatkan data-data nasabah serta meretas keuangannya ketika tak ada yang memantau sistem pada Bank.
"Serangan siber ke bank-bank saat hari libur keagamaan. Tahun lalu ada kasus ada beberapa bank dibobol oleh siber pada salah satu daerah di Indonesia," ungkap Kepala OJK Malang tersebut.
"Kejadiannya saat libur panjang, ada hacker yang masuk ke sistem karena tidak dijaga atau dipantau bisa jadi kelemahan, OJK selalu menghimbau kepada bank, harus tetap ada yg memantau perkembangan di hari-hari libur panjang," imbuhnya.(*)
