Waspada! Guru Besar hingga Pegawai Kementerian Jadi Korban Scam di Malang, Kerugian Tembus Rp37 Miliar

11 Maret 2026 11:05 11 Mar 2026 11:05

Thumbnail Waspada! Guru Besar hingga Pegawai Kementerian Jadi Korban Scam di Malang, Kerugian Tembus Rp37 Miliar

Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, memaparkan jumlah pengaduan yang masuk ke OJK Malang mencapai 691 laporan sepanjang Januari hingga Februari 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat fenomena mengkhawatirkan terkait maraknya kasus penipuan finansial di masyarakat. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 25,97 persen kasus penipuan di wilayah kerja OJK Malang terkonsentrasi di Kota Malang.

Data ini menunjukkan bahwa korban tidak lagi didominasi satu kalangan saja, melainkan merata di berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang tingkat pendidikan, strata ekonomi, maupun status sosial. Siapapun kini berpotensi menjadi sasaran kejahatan finansial.

Tercatat, jumlah pengaduan yang masuk ke OJK Malang mencapai 691 laporan sepanjang Januari hingga Februari 2026. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 120 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

OJK Malang juga memaparkan data nasional terkait pemberantasan scam dan aktivitas keuangan ilegal. Total dana sebesar Rp511,08 miliar telah diblokir, melibatkan 415.385 rekening. Dari upaya tersebut, sebanyak Rp161 miliar berhasil dikembalikan kepada korban. Secara keseluruhan, terdapat 29.828 pengaduan yang diproses dan 2.617 entitas keuangan ilegal telah diberhentikan operasionalnya.

Dampak kerugian akibat penipuan ini sangat masif, mencapai Rp9,2 triliun di tingkat nasional. Sementara itu, laporan kerugian di wilayah Malang sendiri diperkirakan mencapai angka Rp37 miliar.

Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, mengungkapkan bahwa korban penipuan saat ini menyasar profil yang tidak terduga. Ia menyebut ada laporan di mana seorang guru besar hingga pegawai di lingkungan kementerian turut menjadi korban.

"Kami juga menghimbau kepada masyarakat, sekarang bentuk penipuan semakin banyak dan jenis modusnya juga semakin banyak masyarakat harus bisa lebih hati-hati, penipuan ini masuk ke semua strata tidak mengenal status sosial, tidak mengenal pendidikan, yang berpendidikan tinggi kena, yang tidak berpendidikan tinggi juga kena," ungkap Farid Falatehan.

Di era modern, modus penipuan semakin sulit dibedakan. Para pelaku bekerja sangat rapi hingga korban seringkali tidak menyadari sedang terjebak dalam aksi scam.

"Jadi sekarang penipunya juga semakin mahir bahkan untuk melakukan penipuan yang kami ketahui ada yang mempelajari calon yang akan ditipu, jadi seolah-olah itu sama dengan keinginan korban, padahal itu semua sudah dipelajari," tambahnya.

Farid menjelaskan salah satu modus yang sedang marak adalah kemunculan aplikasi yang tampilannya identik dengan milik bank-bank resmi di Indonesia. Ia berpesan agar masyarakat menjaga kerahasiaan PIN ATM dan tidak mudah memberikannya kepada siapapun. Perlu diingat, website atau aplikasi resmi bank tidak pernah meminta PIN nasabah.

"Satu hal yg terkait dengan PIN tolong diinformasikan ke masyarakat agar betul-betul dijaga. Kita membuka aplikasi bank antara yang asli dan penipu terlihat persis. Ada satu langkah pembeda, nanti di ujungnya nanti ada langkah untuk ganti ATM, langkahnya salah satunya minta PIN, nah itu kita tidak disadari," jelas Kepala OJK Malang tersebut.

Selain aplikasi tiruan, modus lama seperti "undangan digital" atau file APK masih terus memakan korban. Farid menghimbau warga Malang untuk lebih jeli saat menerima pesan dari nomor asing.

"Jadi hati-hati pada masyarakat jika ada penawaran apa pun, kalau disuruh ngeklik apapun kalau kita tidak kenal jangan pernah diklik, kalau misalnya mengaku dari instansi yang masuk di OJK, misal dari pajak, dari dukcapil, dari shopee, dari perbankan banyak sekali korban yg sudah masuk di OJK, jadi masyarakat harus bisa berhati-hati," kelas Farid Falatehan.

Sebagai langkah preventif, OJK Malang terus menggencarkan sosialisasi masif ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari media massa hingga institusi pendidikan.

"Kita selalu setiap ada kegiatan kita hubungkan dengan kasus penipuan ini, kita kadang-kadang ke televisi, radio, media kita juga ke pelajar, mahasiswa, kemarin ke pesantren ke santri putri UIN, beberapa waktu lalu kita sampaikan di sana," tutur Farid Falatehan.

Pihaknya juga memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Malang untuk menyebarkan edukasi melalui kanal digital.

"Jadi kita setiap event selalu kita sampaikan, kita juga berkerja sama dengan pemerintah Kota Malang melalui Instagram, pokoknya kita berusaha semasif mungkin agar masyarakat teredukasi dan tidak mudah ketipu," imbunya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Otoritas Jasa Keuangan OJK Malang malang penipuan Scam korban scam Farid Falatehan OJK