Gubernur Jatim, Tinjau Lokasi Banjir di Desa Kalianget dan Lubawang Situbondo

Intruksikan Pasang Bronjong dan Melakukan Normalisasi

23 Januari 2026 23:52 23 Jan 2026 23:52

Thumbnail Gubernur Jatim, Tinjau Lokasi Banjir di Desa Kalianget dan Lubawang Situbondo

Gubernur bersama Bupati Situbondo ketika tinjau Sungai Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Jumat 23 Januari 2026 (Foto : Heru Hartanto/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur didampingi Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo dan Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengunjungi warga terdampak bencana alam banjir di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jumat 23 Januari 2026.

Selain mengunjungi rumah warga yang terdampak banjir dan memberikan bantuan, Gubernur Jawa Timur bersama rombongan juga meninjau kondisi Sungai Lubawang. “Ini respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap bencana hidrometeorologi tersebut,” jelas Gubernur Khofifah dihadapan sejumlah wartawan.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa, dalam upaya pengendalian banjir
Pemprov Jawa Timur telah melakukan pengerukan sungai secara signifikan di sejumlah wilayah rawan banjir, khususnya di Kecamatan Mlandingan dan Kendit. “Sejauh ini normalisasi Sungai di wilayah Kecamatan Mlandingan dan Kendit sudah membaik dan bisa teratasi,” jelas Gubernur Khofifah.

Bukan hanya itu saja yang disampaikan Gubernur Jawa Timur, namun Khofifah juga menjelaskan bahwa, tingkat potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur mengalami peningkatan yang signifikan. “Pada bulan Desember 2025, potensi tersebut berada di level atau angka 20 persen, tapi sekarang pada bulan Januari 2026 meningkat hingga 58 persen,” ujarnya.

Untuk terus menekan dampak bencana, kata Gubernur Khofifah, Pemprov Jatim telah melakukan operasi modifikasi cuaca sejak tanggal 5 Desember 2025. Namun, pelaksanaannya masih terhambat karena keterbatasan anggaran.

“Jawa Timur idealnya bisa melakukan modifikasi cuaca di empat hingga lima titik. Karena keterbatasan anggaran APBD provinsi, maka saat ini hanya mampu modifikasi cuaca dua hingga tiga titik saja,” kata Khofidah.

Lebih lanjut, Gubernur Jatim mengatakan, modifikasi cuaca dilakukan dengan dua metode. Untuk awan di laut, dilakukan penaburan garam dengan satu torsi seberat 1.000 gram. Dan jika awan sudah bergerak ke daratan, maka dilakukan penaburan kapur agar hujan turun lebih menyebar. “Tujuannya modifikasi cuaca agar hujan tidak terkonsentrasi di satu wilayah, tapi bisa menyebar,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah juga menginstruksikan kepada Dinas Cipta Karya untuk menambah bronjong berlapis di sepanjang tepi Sungai Lubawang sebagai penguatan tebing sungai. Namun, langkah itu harus dibarengi dengan pengerukan sungai.

“Pemprov Jatim berencana menurunkan alat berat ekskavator untuk melakukan pengerukan atau normalisasi sungai. Namun, teknis akses alat berat masih akan di rembuk dengan Pemkab Situbondo, karena jalur masuk ekskavator harus melalui gang sempit yang tidak bisa di melewati,” kata Khofifah.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang telah meninjau langsung bencana alam banjir di Desa Kalianget dan Desa Lubawang Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo maupun atas nama pribadi, saya ucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Gubernur Jawa Timur bersama rombongannya yang meninjau langsung korban bencana banjir di Situbondo,” ujar Mas Rio. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jatim tinjau Lokasi Banjir di Desa Kalianget dan Lubawang situbondo