KETIK, SITUBONDO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberangkatkan 331 pemudik dalam program mudik gratis perdana rute Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu, 8 Maret 2026. Program bagi masyarakat kepulauan tersebut menggunakan kapal KMP Wicitra Dharma I yang disiapkan untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.
“Kembali, Pemprov Jatim mengadakan mudik dan balik gratis pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H untuk masyarakat kepulauan di Madura dengan menyediakan KMP Wicitra Dharma I dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo,” jelas Kasi Teknik Kepelabuhanan UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim, Tri Wahyono.
Lebih lanjut, Tri Wahyono mengatakan kapal feri mudik gratis program Pemprov Jatim yang menggunakan KMP Wicitra Dharma I diberangkatkan dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju Pulau Raas, Kabupaten Sumenep sekitar pukul 22.00 WIB, membawa 331 pemudik dan 122 unit sepeda motor.
“Kapal feri mudik gratis Lebaran tahun ini hanya membawa penumpang dan kendaraan roda dua. Pemudik gratis ini diangkut kapal feri KMP Wicitra Dharma I yang terisi penuh. Program mudik gratis Pemprov Jatim rutin digelar tiap tahun," kata Tri Wahyono.
"Semoga selama masa mudik cuaca aman sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di Pelabuhan Jangkar,” sambungnya.
Adapun, sambung Tri Wahyono, jadwal mudik gratis Lebaran 2026 rute Jangkar–Raas, yakni pada 8 Maret 2026 pukul 22.00 WIB, 12 Maret pukul 22.00 WIB, 15 Maret pukul 22.00 WIB, dan 17 Maret pukul 22.00 WIB.
Selanjutnya, kata Tri, jadwal mudik gratis rute Jangkar–Sapudi, yakni 11 Maret 2026 pukul 06.00 WIB dan 16 Maret pukul 06.00 WIB.
Sedangkan jadwal balik mudik gratis rute Raas–Jangkar pada 29 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, 2 April pukul 06.00 WIB, 4 April pukul 06.00 WIB, dan 6 April pukul 06.00 WIB.
Lalu, jadwal balik gratis rute Sapudi–Jangkar pada 27 Maret 2026 pukul 11.00 WIB dan 31 Maret pukul 11.00 WIB.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, mengatakan bahwa selama cuaca tidak ekstrem maka pelayaran mudik yang menggunakan armada kapal laut tetap dilaksanakan. Sebaliknya, ketika cuaca ekstrem maka kemungkinan ada penundaan pelayaran, mengingat keselamatan penumpang merupakan yang utama.
“Kami juga sudah melakukan ramp check kapal. Tujuannya untuk memastikan keselamatan, keamanan alat navigasi, permesinan, alat keselamatan, serta dokumen kapal sebelum beroperasi, terutama saat angkutan Lebaran," papar Herland.
"Ramp check merupakan langkah preventif wajib untuk memastikan kapal laik laut dan mencegah kecelakaa, sesuai instruksi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut," tandasnya.(*)
