KETIK, SITUBONDO – Hujan deras sejak sore hingga malam ini mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terendam banjir luapan sungai maupun genang air hujan, Sabtu 7 Maret 2026.
Pantauan media ini dilokasi titik banjir di Jalur Pantura Klatakan dan Kampung Blekok, Desa Kelatakan, Kecamatan Kendit menjadi sasaran, Desa Bungatan Kecamatan Bungatan, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, Desa Lubawang dan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Desa Besuki Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
Keterangan yang disampaikan Camat Besuki, Yakup Alex Susanto mengatakan, rumah-rumah penduduk terendam banjir akibat lupan Kali Pasian, diantaranya Desa Pesisir, Besuki, Langkap, Bloro dan Jetis Kecamatan Besuki, Kabupaten Situnondo. “Menurut laporan kepala desa rata-rata ketinggian banjir yang mesuk ke rumah penduduk 40 hingga 50 centi meter. Di Desa Jetis 7 hewan ternak kambing hanyut terbawa arus banjir,” jelas Camat Besuki.
Lebih lanjut, Yakup mengatakan, untuk Desa Pesisir banyak atap yang beterbangan akibat angin puting beliung dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka akibat peristiwa tersebut.
Dilain pihak, Camat Kendit Zulkarnain Amrullah mengatakan banjir kali ini meluas, di Dusun Kelompangan warga malam ini sebanyak 7 Kepala Keluarga 20 Jiwa diungsikan ke Dusun Karajan Desa Kendit, di Lapangan dan Masjid Desa Kendit rumah warga terendam air.
Sedangkan yang terparah di Dusun Pesisir Timur, Desa Klatakan, ketinggian air mencapai 1,5 meter dan terjadi pohon tumbang. “Dalam peristiwa ini tidak ada laporan tentang korban jiwa dan luka-luka. Saya berharap ada normalisasi sungai di Desa Kendit agar tidak terulang banjir ini,” harap Camat Kendit.
Sementara di Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, puluhan rumah juga terendam banjir akibat dua sungai meluap setinggi lutut orang dewasa. Desa ini sudah menjadi langganan banjir setiap hujan deras.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menginstruksikan kepada BPBD Situbondo untuk data rumah yang terdampak banjir, Kadinsos untuk persiapan dapur bencana untuk sahur di Kecamatan Besuki dan SPPG, pagi masak untuk anak-anak, ibu atau yang tidak puasa dan didistribusikan jam 10 hingga 11 pagi.
Selanjutnya, kata Mas Rio, Dinas Lingkungan Hidup berkirim durat ke Kodim untuk minta bantuan bersih-bersih. “PUPP penanganan jalan dan Ponkesdes Kayumas, di Desa Patemon fokus ke penanganan warga terisolir, Kalianget dan Besuki. Untuk logistik gunakan uang CSR, Tagana Dinsos bungkus dan distribusi dibantu kecamatan dan Satpol PP,” ujarnya.
BTT, sambung Mas Rio, bisa langsung dicairkan oleh BKAD, Puskesmas dan Rumah Sakit harus turun lapangan untuk mengurus masyarakat yang sakit. “Koordinasi via zoom bersama camat di Intelegence Room. Lalu bergerak ke lokasi berbasis data,” tegas Bupati Situbondo. (*)
