Fenomena SPBU Panjang Antrian, Ini Pemiliknya yang Masuk Forbes, Asli Malang Lho!

14 November 2025 17:26 14 Nov 2025 17:26

Thumbnail Fenomena SPBU Panjang Antrian, Ini Pemiliknya yang Masuk Forbes, Asli Malang Lho!

Presiden Komisaris PT AKR Corporindo Tbk (AKR), Soegiarto Adikoesoemo. (Foto: AKR)

KETIK, JAKARTA – Pernah rela antre panjang di SPBU swasta karena bahan bakar tiba-tiba habis? Atau melihat deretan kendaraan yang mengular di pom bensin favorit? Di balik fenomena antrean itu, ada sosok yang memimpin bisnis SPBU terbesar di Indonesia: Soegiarto Adikoesoemo, pengusaha asal Malang yang namanya masuk daftar orang terkaya versi Forbes.

Soegiarto bukan sekadar pemilik pom bensin biasa. Ia memimpin PT AKR Corporindo Tbk (AKR), distributor minyak swasta terbesar di Indonesia yang mengelola jaringan SPBU di berbagai kota, bahkan sampai daerah terpencil. Selain itu, AKR juga berkolaborasi dengan BP melalui patungan BP-AKR, mengoperasikan 37 SPBU di Surabaya dan Jabodetabek.

Perjalanan Soegiarto dimulai dari nol. Pada 1977, ia mendirikan PT Aneka Kimia Raya, awalnya bergerak di perdagangan bahan kimia. Dengan visi jauh ke depan, perusahaan ini berekspansi ke distribusi bahan bakar dan logistik, hingga akhirnya dikenal sebagai AKR Corporindo, raksasa energi swasta di Indonesia.

Soegiarto memegang posisi Presiden Komisaris, sementara putranya, Haryanto Adikoesoemo, menjadi Direktur Utama. Keluarga ini menguasai 63,61 persen saham AKR melalui PT Arthakencana Rayatama, memastikan kendali penuh terhadap perusahaan yang terus berkembang pesat.

Tidak heran, Soegiarto beberapa kali muncul dalam daftar orang terkaya versi Forbes. Tahun 2024, kekayaannya mencapai US$1,1 miliar, menempatkannya di peringkat ke-44 orang terkaya di Indonesia.

Kesuksesan itu tidak datang instan. Soegiarto memulai kariernya di era 1960-an, saat Indonesia masih berjuang membangun ekonomi pasca-kemerdekaan. Dari perdagangan bahan kimia dan logistik, hingga mendirikan PT Aneka Kimia Raya, ia menunjukkan ketekunan dan keberanian mengambil risiko.

Krisis ekonomi 1997 hampir mengguncang bisnisnya, tapi dengan restrukturisasi dan fokus pada distribusi energi serta logistik, AKR tetap bertahan. Peran putranya juga ikut memperkuat manajemen perusahaan, memastikan AKR bangkit kembali dan berkembang pesat.

Di era 2000-an dan 2010-an, AKR memperluas jaringan SPBU, membangun infrastruktur logistik yang lebih kuat, dan mengembangkan proyek Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, kawasan industri dan pelabuhan yang mendukung pertumbuhan sektor manufaktur dan hilirisasi di Indonesia.

Berdasarkan laporan 2023, AKR Corporindo memiliki aset Rp30,3 triliun dan laba Rp2,8 triliun. Setiap kali antrean panjang terjadi di pom bensin swasta, itu adalah bukti nyata dampak bisnis yang dipimpin Soegiarto. Dari antrean panjang itu, terselip kisah inspiratif seorang pengusaha Malang yang membangun kerajaan SPBU terbesar di Indonesia.

Dari Malang ke kancah global, perjalanan Soegiarto menunjukkan bahwa sektor SPBU bukan sekadar menjual bahan bakar. Dengan strategi tepat, inovasi, dan manajemen jaringan yang kuat, bisnis ini bisa mencetak kekayaan luar biasa. Kini, setiap kali kita antre di SPBU favorit, mungkin kita sedang menyaksikan hasil karya “Raja SPBU” Indonesia ini.

Tombol Google News

Tags:

PT AKR Corporindo Tbk akr Soegiarto Adikoesoemo AKR Corporindo SPBU BP