KETIK, MOJOKERTO – Masjid Ar Rahman yang berdiri di Bukit Jubel, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menarik perhatian karena arsitekturnya menyerupai kapal pesiar. Bangunan unik ini berada di area Panti Asuhan Villa Durian Doa Yatim Sejahtera, tepat di kaki Gunung Welirang.
Dari kejauhan, bentuk masjid ini tampak seperti kapal besar yang tengah berlayar. Pagar besi mengelilingi bangunan seluas 45 x 25 meter tersebut, lengkap dengan ornamen pelampung yang semakin menegaskan konsep kapal pesiar.
Desain Eksterior dan Interior Bernuansa Kapal
Arsitek masjid menghadirkan detail desain yang konsisten dengan tema maritim. Dinding sisi kanan dan kiri dipasangi jendela berukuran lebar, serta tambahan jendela kecil di bagian bawahnya. Desain ini membuat ruang dalam masjid tetap terang saat siang hari tanpa bergantung penuh pada pencahayaan listrik.
Konsep kapal tidak hanya terlihat dari luar. Bagian interior juga menampilkan elemen-elemen khas pelayaran seperti kompas, alat kemudi, hingga jangkar. Sentuhan tersebut memperkuat identitas masjid sebagai “kapal” yang sarat makna.
Dibangun Enam Tahun, Miliki Empat Lantai Multifungsi
Istri pengasuh panti asuhan, Sutik, menjelaskan bahwa pembangunan masjid dimulai sekitar 2015 dan memakan waktu enam tahun hingga dapat difungsikan secara optimal. Bangunan ini memiliki empat lantai dengan fungsi yang berbeda.
"Masjid kapal ini kita mulai membangun insya Allah sekitar tahun 2015. Jadi alhamdulillah dan saat ini sudah bisa berfungsi. Diantaranya yang di lantai dasar ini kita fungsikan untuk kamar perempuan dan balita dan yang di lantai dua ini fungsi untuk tempat ibadah," kata Sutik, Jumat-Sabtu, 27 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa konsep kapal bukan sekadar bentuk arsitektur unik, melainkan memiliki filosofi mendalam.
"Masjid berupa kapal ini, ada filosofinya yaitu adalah bagaimana tempat ini bisa menjadi bahtera penyelamat terutama untuk para penyandang permasalahan sosial," ungkapnya.
Difungsikan sebagai Asrama dan Aula Kegiatan
Sutik menjelaskan, selain digunakan sebagai tempat ibadah, beberapa lantai masjid dimanfaatkan sebagai asrama dan aula kegiatan.
"Masjid itu tadi yang saya sampaikan, yang bawah itu fungsi asrama. Kemudian yang di lantai tiga empat itu bisa fungsi untuk semacam aula. Jadi ketika kita ada kegiatan-kegiatan yang membutuhkan tempat seperti aula yang di lantai tiga empat itu bisa kita fungsikan," tuturnya.
Masjid Ar Rahman tidak hanya diperuntukkan bagi penghuni panti asuhan. Warga sekitar maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pacet juga dapat menunaikan ibadah di tempat ini, terutama saat Salat Jumat dan Salat Id.
"Jadi selain untuk para penghuni di Villa Doa sendiri terutama di hari Jumat dan salat Ied itu biasanya warga di sekitar sini ataupun para pengunjung tempat wisata bisa ikut gabung di tempat ini," bebernya.
Kegiatan Ramadan untuk Anak-anak
Selama Ramadan, pengelola masjid mengintensifkan berbagai kegiatan keagamaan. Selain salat lima waktu dan tarawih, mereka juga menggelar tadarus serta kajian khusus untuk anak-anak setiap sore.
"Jadi untuk kegiatan ramadan kita selain salat lima waktu kita ada kegiatan tadarus dan juga salat tarawih dan ada kajian sore kita untukkan terutama untuk yang usia anak-anak. Jadi selama ramadan setiap jam lima sore kita ada kajian untuk anak-anak," pungkasnya.
Keunikan arsitektur dan filosofi yang diusung menjadikan Masjid Ar Rahman di Pacet Mojokerto bukan hanya destinasi religi, tetapi juga simbol harapan dan penyelamatan bagi mereka yang membutuhkan.
