Ekosistem Kuliner dan Ruang Berkumpul di Jalan Gatot Subroto Kota Tegal

22 Januari 2026 18:18 22 Jan 2026 18:18

Thumbnail Ekosistem Kuliner dan Ruang Berkumpul di Jalan Gatot Subroto Kota Tegal

Galih Bagas Kara (kiri) owner tempat usaha terintegrasi pada acara pembukaan bakmie djaya abadi di Kawasan Jalan Gatot Subroto Kota Tegal, Kamis, 22 Januari 2026.(Foto: Suherman/Ketik.com)

KETIK, TEGAL – Ekosistem usaha terintegrasi yang menghadirkan berbagai lini usaha kuliner dan ruang membuka sebagian unit usahanya di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Debong Kulon, Kota Tegal. 

Kawasan seluas 3,5 hingga 4 hektare ini diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 500 hingga 1.000 orang serta diharapkan mampu meningkatkan devisa dan ekonomi lokal.

Dalam acara pembukaan bakmie djaya abadi di Kawasan Jalan Gatot Subroto Kota Tegal yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026. 

Galih Bagas Kara owner tempat usaha terintegrasi mengungkapkan bahwa tiga unit usaha kuliner telah beroperasi, yaitu Cafe Jajanan, Soto Joglo, dan Bakmie Djaya Abadi. Semua mitra usaha dan tenaga kerja yang terlibat berasal dari kalangan lokal.

"Kami membangun tempat yang terintegrasi dengan konsep ruang berkumpul, dan seluruh karyawan serta partner yang kami gandeng berasal dari orang lokal," ujar Galih.

Sejalan dengan harapan yang disampaikan Wali Kota Tegal, kawasan ini diharapkan tidak hanya menambah devisa kota, namun juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Rencananya, hingga akhir tahun ini akan ada sekitar 12 unit usaha utama yang beroperasi. Jika dihitung termasuk usaha kuliner skala kecil, total keseluruhan akan mencapai 50 unit, yang semuanya dikelola oleh satu owner dan satu manajemen. 

Meskipun demikian, pihak pengelola tidak menutup kemungkinan untuk menyewakan sebagian area kepada pihak luar di masa depan sesuai dengan perkembangan masterplan.

Selain usaha kuliner, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti playground anak, lapangan padel, dan ruangan untuk acara pernikahan. 

Kawasan yang dirancang sebagai ruang berkumpul serbaguna ini juga dapat digunakan untuk kegiatan pertemuan atau acara malam mingguan.

"Harapannya, kehadiran kami di sini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Selain membuka lapangan pekerjaan, kami juga berharap dapat menambah pendapatan bagi Kota Tegal dan mengurangi angka pengangguran. Ketika tempat ini ramai, secara otomatis ekonomi kota akan meningkat," jelasnya.

Pemilihan Kota Tegal sebagai lokasi pembangunan tidak terlepas dari latar belakang keluarga owner. 

"Ibu saya asli orang Tegal, jadi saya bisa disebut sebagai orang Tegal asli. Ini merupakan bentuk 'balik kampung' untuk membangun kota kelahiran ibu saya. Kota Tegal memiliki potensi besar yang masih bisa dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," tambahnya. 

Pihak pengelola juga tidak menutup kemungkinan untuk memperluas konsep serupa ke kota-kota lain di masa mendatang.(*)

Tombol Google News

Tags:

Ekosistem Kuliner Kota Tegal Pembangunan Ekonomi Lokal Lapangan Pekerjaan Tegal Kuliner Tegal Jalan Gatot Subroto Kota Tegal Ekonomi Kota Tegal Usaha Lokal Kota Tegal