Ekonomi RI Kuartal I 2026 Diproyeksi Tumbuh 5,5 Persen, Konsumsi Jadi Penopang

9 April 2026 09:20 9 Apr 2026 09:20

Thumbnail Ekonomi RI Kuartal I 2026 Diproyeksi Tumbuh 5,5 Persen, Konsumsi Jadi Penopang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Instagram @airlanggahartarto_official)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tetap berada di kisaran 5,5 persen. Optimisme ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kinerja ekonomi nasional pada awal tahun masih menunjukkan tren positif berdasarkan indikator yang ada.

“Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai, tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan, lebih besar sama dengan 5,5 persen,” jelasnya, dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Rabu malam, 8 April 2026. 

Ia menegaskan, kekuatan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari sektor domestik, terutama konsumsi rumah tangga. Komponen ini masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Kondisi konsumsi kita kuat, di mana konsumsi mewakili 54 persen dari PDB,” jelasnya.

Selain konsumsi, sektor industri manufaktur juga menunjukkan ekspansi yang turut memperkuat kinerja ekonomi secara keseluruhan.

Di sisi lain, pemerintah menilai ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi yang relatif baik. Produksi beras nasional dan ketersediaan stok cadangan dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan.

“Ketahanan pangan kita juga relatif kuat, produksi beras di 2025, 34,7 (juta ton) dan stok bulog sebesar 4,6 juta ton,” imbuhnya.

Dengan sejumlah indikator tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga sepanjang 2026. (*)

Tombol Google News

Tags:

pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 Airlangga Hartarto ekonomi kuartal 1 Konsumsi rumah tangga PDB Indonesia ketahanan pangan ekonomi nasional