ITS Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Inovasi Bensin Sawit dan Teknologi EBT

7 April 2026 14:30 7 Apr 2026 14:30

Gracio Pardomuan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail ITS Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Inovasi Bensin Sawit dan Teknologi EBT

Inovasi energi terbarukan ITS melalui Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI) dan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung nearshore Solar2Wave. (Foto: Website ITS)

KETIK, SURABAYA – Keterbatasan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah krisis global menjadi pengingat pentingnya memperkuat ketahanan energi Indonesia. Dilansir dari website resmi ITS, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mengembangkan berbagai inovasi energi berkelanjutan melalui riset berbasis teknologi.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS, Fadlilatul Taufany, mengatakan, ketahanan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan cadangan energi, tetapi juga kemampuan mengembangkan sumber energi alternatif.

Menurutnya, percepatan transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Salah satu inovasi yang dikembangkan ITS adalah bahan bakar alternatif berbasis kelapa sawit melalui konversi crude palm oil (CPO) menjadi bensin biogasolin. Inovasi yang dikenal sebagai bensin biogasolin sawit atau Benwit tersebut menjadi contoh pemanfaatan potensi domestik untuk mendukung kemandirian energi nasional.

Selain itu, ITS juga mengembangkan Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI), sebuah fasilitas living laboratory energi terbarukan yang mengintegrasikan berbagai sumber energi seperti photovoltaic, agrovoltaic, biomassa, hingga hidrogen. Fasilitas ini dirancang untuk menjembatani hasil riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat melalui pengujian serta implementasi teknologi dalam skala nyata.

Pengembangan energi terbarukan juga dilakukan melalui proyek Solar2Wave yang menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung nearshore pertama di Indonesia untuk mendukung kemandirian energi di wilayah pesisir.

Selain riset, ITS turut mendorong ekosistem kendaraan listrik melalui bengkel konversi di Kawasan Sains Teknologi (KST) atau Science Techno Park (STP) Otomotif. Program ini melayani konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik berbasis baterai sebagai upaya menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (*)

Tombol Google News

Tags:

ketahanan pangan ITS Info Kampus Cadangan energi Inovasi Energi Terbarukan