KETIK, SURABAYA – Al Haadii, sebuah komunitas pengajian yasin, tahlil dan istigasah di RW 03 Manukan Kulon, Surabaya, mengadakan acara Megengan menjelang bulan Ramadan 1447 H.
Megengan dengan dua gunungan tersebut menjadi salah satu usaha melestarikan budaya di Jawa. Dua gunungan yang tingginya sekitar 1,5 meter diisi berbagai jenis sayuran.
Acara megengan diadakan di masjid Jenderal Sudirman, wilayah RW 03 Manukan, Kamis malam, 12 Februari 2026. Pada acara ini juga digelar doa bersama.
Ustaz M. Muchtar, Ketua Al Haadii menjelaskan, acara megengan dengan menyajikan dua gunungan merupakan tradisi budaya leluhur.
Gunungan yang disajikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena semua warga diberi keselamatan dan Kesehatan.
“Acara ini merupakan tradisi dan rasa syukur,” katanya.
Dana hasil dari tawasul akan disalurkan kepada para anak yatim dan kaum dhuafa. Bakti sosial berupa santunan segera diserahkan dalam waktu dekat.
Abah Sumarli, salah satu tokoh masyarakat membeli sayur untuk dua gunungan di pasar Karangploso, Kabupaten Malang.
Gunungan dipenuhi dengan sayuran segar berupa wortel, kacang panjang, tomat dan terong ungu.
Di akhir acara, dua gunungan berisi sayur tersebut jadi rebutan ibu-ibu untuk dibawa pulang ke rumah.(*)
