KETIK, JAKARTA – Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mulai terang. Menjelang Musyawarah Nasional mendatang, enam pengusaha muda secara terbuka disebut masuk dalam bursa bakal calon ketua umum, menandai dimulainya kontestasi kepemimpinan di tubuh organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia itu.
Ketua Umum BPP HIPMI periode 2022–2025, Akbar Himawan Buchari, memperkenalkan satu per satu nama yang dinilai memiliki kapasitas, rekam jejak, dan jaringan kuat untuk memimpin HIPMI ke depan. Keenam figur tersebut berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari struktur pusat maupun daerah.
“Enam nama ini sudah membentuk tim sukses dan sudah turun ke daerah-daerah. Karena itu, saya ingin perkenalkan mereka satu persatu ya,” ujar Akbar dalam acara forum bisnis yang digelar HIPMI dan Danantara, beberapa waktu lalu.
Nama pertama yang disebut adalah Anthony Leong, Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD. Anthony dinilai sebagai sosok yang tengah naik daun di internal organisasi, seiring keberhasilannya menggelar Forum Bisnis Nasional serta program business matching bersama sejumlah BPD HIPMI di berbagai daerah. Selain aktif di organisasi, Anthony saat ini juga menjabat sebagai Komisaris PT PLN Indonesia Power.
Nama berikutnya adalah Afifuddin Suhaeli Kalla, Ketua Bidang III ESDM, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan BPP HIPMI. Afifuddin, yang juga menjabat sebagai CFO PT Bukaka Teknik Utama, dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat. Dalam waktu dekat, ia disebut akan menginisiasi agenda HIPMI terkait program waste to energy, sejalan dengan isu transisi energi dan keberlanjutan.
Dari jajaran pengurus inti, Akbar juga menyebut Reynaldo Bryan Tampang Allo, Bendahara Umum BPP HIPMI. Pengusaha muda asal Papua Indonesia Timur tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk maju sebagai bakal calon ketua umum. Kiprahnya di tingkat nasional serta representasi kawasan timur Indonesia menjadi nilai tambah tersendiri dalam kontestasi ini.
Nama keempat yang masuk bursa adalah Tri Febrianto Damu, atau yang akrab disapa Buyung. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang I Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi BPP HIPMI. Buyung disebut sebagai representasi semangat UMKM dan figur penting dalam mendorong konsolidasi BPD HIPMI. Perannya dalam memastikan roda organisasi berjalan sesuai AD/ART dan Peraturan Organisasi menjadi salah satu catatan utama.
Dari jajaran sekretariat, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang V BPP HIPMI Sunny Boy Hutabarat turut disebut. Selain dikenal sebagai pengusaha muda, Sunny juga memiliki prestasi di luar dunia bisnis. Ia merupakan pembalap reli yang berhasil meraih Juara 1 Kelas F2 pada FIA Asia Pacific Rally Championship 2025 Putaran 3. Menurut Akbar, rekam jejak tersebut mencerminkan karakter disiplin, konsistensi, dan daya juang yang relevan dengan kepemimpinan organisasi.
Nama terakhir yang disebut adalah Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman. Kepemimpinannya di HIPMI Sulsel dinilai menjadi indikator kuat kapasitasnya untuk masuk dalam bursa calon ketua umum tingkat nasional. Pengalaman memimpin organisasi daerah dengan basis pengusaha yang solid menjadi modal penting dalam persaingan ini.
Meski keenam nama telah disebut secara terbuka, Akbar menegaskan bahwa proses pencalonan masih akan berjalan sesuai mekanisme organisasi. Para kandidat akan melalui tahapan penjaringan, konsolidasi dukungan daerah, serta arahan dari Dewan Kehormatan sebelum ditetapkan secara resmi dalam Musyawarah Nasional.
Dengan mulai mengemukanya nama-nama tersebut, dinamika internal HIPMI diperkirakan akan semakin intens. Kontestasi ini bukan hanya soal perebutan posisi, tetapi juga pertarungan gagasan tentang arah HIPMI dalam menjawab tantangan dunia usaha, transformasi ekonomi, dan peran pengusaha muda di tingkat nasional. (*)
