TMMD Ke-127 Hidupkan Budaya Lokal, 700 Warga Padati Pentas Kudalumping dan Reog di Gadungan Kediri

14 Februari 2026 17:45 14 Feb 2026 17:45

Thumbnail TMMD Ke-127 Hidupkan Budaya Lokal, 700 Warga Padati Pentas Kudalumping dan Reog di Gadungan Kediri

Suasana pagelaran seni tradisional kudalumping dan reog Panji Laras khas Kediri yang digelar di Lapangan Dusun Sumberbahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Sabtu 14 Februari 2026. (Foto : Kodim 0809 Kediri for Ketik.com).

KETIK, KEDIRI – Semangat kebersamaan mewarnai pagelaran seni tradisional kudalumping dan reog Panji Laras khas Kediri yang digelar di Lapangan Dusun Sumberbahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Sabtu 14 Februari 2026. Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan pertunjukan budaya yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan TMMD ke-127 di Kabupaten Kediri.

Sekitar 700 warga dari berbagai kalangan memadati lokasi sejak siang hari. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam suasana meriah pertunjukan yang menampilkan gerakan dinamis para penari jaranan serta atraksi reog yang sarat makna filosofis dan kearifan lokal.

Pagelaran seni ini merupakan bagian dari kegiatan nonfisik TMMD ke-127 hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kodim 0809/Kediri. Selain pembangunan infrastruktur desa, pendekatan budaya dipilih untuk memperkuat ikatan sosial dan rasa kebersamaan masyarakat.

Kepala Desa Gadungan, Dari Purwanto menilai kegiatan budaya memiliki peran penting dalam menyukseskan pembangunan desa. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga penguatan nilai sosial dan budaya masyarakat.

Foto Suasana pagelaran seni tradisional kudalumping dan reog Panji Laras khas Kediri yang digelar di Lapangan Dusun Sumberbahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Sabtu 14 Februari 2026. (Foto : Kodim 0809 Kediri for Ketik.com).Suasana pagelaran seni tradisional kudalumping dan reog Panji Laras khas Kediri yang digelar di Lapangan Dusun Sumberbahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Sabtu 14 Februari 2026. (Foto : Kodim 0809 Kediri for Ketik.com).

"TMMD bukan hanya membangun jalan atau fasilitas fisik, tetapi juga membangun kebersamaan menghidupkan UMKM. Budaya adalah perekat sosial yang mampu menyatukan warga dari berbagai latar belakang untuk saling mendukung pembangunan desa," ujar Dari.

Dari menambahkan, pelestarian seni tradisional seperti kudalumping dan reog juga menjadi upaya menjaga identitas lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda.

Terpisah, Satgas TMMD, Lettu Inf Sunarno, menyampaikan bahwa kegiatan nonfisik seperti pentas seni menjadi sarana efektif untuk mewujudkan silaturahmi dan menjalin kerukunan antara TNI dan masyarakat.

“Melalui kegiatan budaya, TNI hadir tidak hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga sebagai bagian peningkatan sektor usaha kecil masyarakat UMKM dan mengobati penat setelah menjani pekerjaan masing. Ini sejalan dengan semangat TMMD untuk membangun desa secara menyeluruh, baik fisik maupun sosial," ujarnya.

Pertunjukan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB dan berjalan aman serta lancar. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar lokasi acara.

Warga Desa Gadungan menyambut positif pagelaran tersebut. Bagi mereka, kehadiran pentas seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga momentum mempererat hubungan antarwarga dalam suasana gotong royong.

Melalui pendekatan kebudayaan dalam TMMD ke-127, Pemerintah Kabupaten Kediri dan Kodim 0809/Kediri berharap pembangunan desa berjalan lebih berkelanjutan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku aktif pembangunan yang solid secara sosial dan budaya. (*)

Tombol Google News

Tags:

kediri pagelaran jaranan Desa Gadungan tmmd Kediri