KETIK, SURABAYA – Masjid Peneleh, Kota Surabaya ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) menjelang Ramadan 2026.
Salah satu masjid tua yang berdiri kokoh di tengah perkampungan Peneleh Gang 5 Kota Surabaya tersebut dibangun oleh Raden Rahmatullah alias Sunan Ampel sekitar tahun 1412 Masehi.
Penetapan identitas bangunan cagar budaya ini ditandai dengan sebuah prasasti. Sementara yang meneken prasasti ini adalah camat Genteng.
“Belum diresmikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi,” kata H. Choirul Anam, koordinator ibadah kepada Ketik.com, Selasa, 10 Februari 2026.
Masjid tertua di Surabaya tersebut letaknya tidak jauh dari Kalimas dan berada di kawasan padat penduduk.
Masjid ini menjadi tempat salat berjemaah sejumlah tokoh di masa Presiden Soekarno, seperti Roeslan Abdul Gani, mantan Menteri Luar Negeri.
Tokoh terkenal H.O.S Tjokroaminoto dan beberapa tokoh masyarakat Surabaya aktif salat berjemaah di masjid tersebut.
Cak Roeslan dan H.O.S Tjokroaminoto sama-sama bermukim di kampung Peneleh, namun lokasinya berbeda gang.
Abah Anam menjelaskan saat ini pihak masjid sedang mempersiapkan kegiatan menjelang bulan Ramadan.
“Panitia Ramadan setiap hari menyediakan kurang lebih 200 kue untuk takjil. Sementara pada malam ganjil disediakan nasi bungkus untuk para jemaah,” jelas Abah Anam.
Seperti biasa, kata Abah Anam, setiap selesai salat tarawih dilanjutkan dengan baca Al-Qur'an. “Setiap malam ditarget satu jus,” terangnya.
Masjid Tanpa AC
Sementara itu, Fredy H Ishananto, Founder BCB Surabaya mengatakan bahwa sewajarnya setiap bangunan yang memenuhi syarat ditetapkan sebagai cagar budaya.
“Lokasinya menarik di kawasan yang penuh sejarah kota Surabaya. Arsitekturnya juga menarik karena mengangkat isu lokalitas,” ujar Fredy, mantan dosen universitas terkemuka di Surabaya.
Masjid Peneleh memiliki arsitektur yang unik. Bentuk bangunannya menyerupai perahu yang terbalik.
Di dalam masjid disangga 10 tiang utama yang terbuat dari kayu jati. Angka 10 melambangkan jumlah malaikat Allah.
Luas bangunan masjid sekitar 999 meter persegi. Di dalam masjid terdapat sebuah sumur tua.
Sumur tersebut diyakini berhubungan dengan sumur di Masjid Ampel, Surabaya Utara. Sedangkan Masjid Peneleh di tengah Kota Surabaya.
Masjid Peneleh telah mengalami beberapa renovasi. Namun keaslian bangunan tidak diubah.
Yang menarik, masjid yang luas tersebut tidak menggunakan AC. Sirkulasi udara di masjid yang d didominasi warga krem tersebut cukup bagus.(*)
