KETIK, SURABAYA – Buah kurma yang dijual di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel terpantau laris manis. Hal ini terlihat menjelang awal bulan Ramadan yang diperkirakan pertengahan bulan Februari 2025.
Mereka yang datang ke tempat wisata Sunan Ampel menyempatkan belanja buah kurma. Kurma yang mulai laris manis adalah jenis sukari. Kurma jenis ini teksturnya lembut dan gadingnya tebal.
Bagi yang melaksanakan puasa Ramadan, mengonsumsi kurma dianggap sangat penting untuk menambah energi.
Buah berwarna coklat tersebut bisa dikonsumsi pada saat berbuka puasa. Rasa manis legit ini diyakini bisa menambah energi agar tubuh tetap fit.
Di kompleks wisata religi Sunan Ampel sejak bertahun-tahun dianggap sebagai pusat penjual buah kurma. Pengunjung bisa membeli berbagai jenis buah kurma. Ada kurma berasal dari Tunisia, Arab Saudi dan daerah lain di wilayah Timur Tengah.
Jenis buah kurma yang harganya mahal adalah kurba rosul. Karena pada saat Ramadan, Nabi Muhammad saw sering mengkonsumsi kurma berwarna kehitaman dan legit ini.
Adapun nama-nama kurma yang dipasarkan di Ampel adalah kurma ajwa, kurma sukari dan medjool. Ketiga jenis kurma tersebut memiliki kelebihan tersendiri.
Kurma sukari rasanya manis, bentuknya ada yang bulat memanjang berwarna coklat. Rasa kurma ini manis dan memiliki tekstur yang lembut. Kurma sukari bisa disimpan dalam jangka waktu tertentu.
“Kurma Sukari memang manis dan tekstur lembut,” kata Sudarmawan, salah seorang peziarah di Sunan Ampel.
Kurma ajwa, selain manis juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Sementara kurma medjool mengandung potasium dan magnesium.
Semua jenis kurma mengandung gula alami. Misalnya glukosa, sukrosa dan fruktosa. Kandungan tersebut bisa menjadi sumber energi cepat meresap di bagian tutuh. Apalagi bagi mereka yang seharian terlambat makan.
Badan Pengembangan dan Penelitian Pertanian (Balitbangtan) bersama Badan Pengujian Standar Instrumen Tanaman Palma berhasil melakukan penelitian tentang manfaat mengonsumsi kurma.
Penelitian tentang kurma telah dipublikasikan berbagai jurnal ilmiah. Misalnya, journal of Agricultural and Food Chemistry. Jurnal tersebut menyoroti komposisi gula dalam kurma sebagai faktor utama efisiensi energy.
Salah satu lembaga kesehatan juga mengakui bahwa kurma sumber nutrisi yang bagus termasuk vitamin, mineral dan serat.
Namun perlu diingat mengkonsumsi kurma dalam jumlah yang wajar. Sebab kurma mengandung gula alami yang bisa mempengaruhi kadar gula darah.(*)
