KETIK, MALANG – Rencana untuk menambah layanan WiFi gratis di ruang publik di Kota Malang masih tertunda. Keterbatasan anggaran menjadi sandungan dari realisasi program tersebut.
Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, menjelaskan bahwa pemerintah memiliki keinginan untuk memperluas layanan WiFi gratis. Terlebih, kemudahan masyarakat dalam mengakses koneksi internet gratis menjadi bagian penting untuk diintervensi.
"Kalau keinginan tentu ada, cuma semuanya harus memperhatikan proporsi yang ada, ketersediaan anggaran yang ada. Kalau penambahan berdasarkan existing yang ada kita belum. Untuk tahun 2026 ini belum ada," ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.
Wiwid, sapaan karib M. Nur Widianto, tak menutup kemungkinan perluasan akses internet gratis akan dianggarkan pada 2027 mendatang. Ia menjelaskan, saat ini titik WiFi gratis masih dalam lingkup yang terbatas, baik di fasilitas untuk layanan publik maupun untuk masyarakat.
"Skalanya terbatas, taman-taman kota memang kita intervensi tapi kapasitasnya tidak besar. Mungkin tahun 2027 jadi pertimbangan," lanjutnya.
Saat ini, Diskominfo Kota Malang fokus pada edukasi tentang nilai sejarah dan budaya yang ada di Kota Malang melalui program 'Menolak Lupa.' Melalui program tersebut, berupaya memanggil ingatan lama masyarakat tentang Kota Malang pada zaman dahulu.
"Edukasi-edukasi itu yang mungkin akan kita lakukan melalui Kominfo, melalui berbagai ragam narasi. Kita kan punya rubrik narasi itu, ya "Menolak Lupa", mengenalkan nama-nama yang dulu orang terlupa," tutupnya.
