KETIK, MALANG – Momen Imlek tak hanya dirayakan oleh masyarakat dan pemeluk Tri Dharma di Kota Malang. Banyak pedagang yang memanfaatkan momen tersebut untuk mengais rezeki.
Salah satunya ialah Joko, warga Muharto yang setia menunggu pembeli di depan gerbang Klenteng Eng An Kiong Kota Malang. Ia berjualan mainan barongsai dan juga bantengan, kesenian khas Malangan.
Sudah sejak pagi hari Joko duduk di samping gerbang klenteng. Ia dan satpam yang berada di sana sudah saling mengenal akrab.
Joko datang dengan membawa 14 barongsai kecil, 7 bantengan, dan 5 mainan barongsai berukuran besar. Sejak pagi hari hingga menjelang siang, 2 buah barongsai telah berhasil ia jual.
"Sudah ada 2 barongsai kecil yang laku. Saya memang jualannya sejak lama, tiap Imlek rutin jualan di sini. Kalau tahun ini sudah jualannya sejak kemarin," ujarnya, Selasa 17 Februari 2026.
Untuk satu barongsai dan bantengan, dibanderol dengan harga Rp50.000, sedangkan barongsai berukuran besar seharga Rp75.000 per buah.
Joko menjelaskan hanya bertugas menjual mainan barongsai saja. Mainan tersebut ia dapatkan dari pengrajin yang berasal dari Muharto.
"Tadi 2 orang yang beli, itu belinya 2 barongsai kecil. Mereka ya dari umat yang habis ibadah di dalam," ucapnya.
Joko tak hanya berjualan ketika Imlek saja. Pada momen-momen tertentu ia juga sering berjualan mainan di depan Klenteng Eng An Kiong.
"Biasanya banyak memang yang beli, apalagi banyaknya pas malam hari. Bisa sampai habis jualannya," tutupnya. (*)
