KETIK, MALANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang berencana mengangkat kembali kilas balik julukan daerah di Kota Malang. Gagasan tersebut akan direalisasikan melalui rubrikasi digital dengan tagline 'Menolak Lupa'.
Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan keinginan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk membangkitkan memori kolektif masyarakat.
"Kalau dari aspek komunikasi informasi publik, ya penguatan rubrikasi tetap kita lakukan. Ini juga dalam rangka menerjemahkan tagline Pak Wali, satu di antaranya Menolak Lupa," ujarnya, Jumat, 23 Januari 2026.
Dalam rubrikasi tersebut akan mengulas kisah di balik penamaan sebuah area di Kota Malang. Menurutnya, banyak anak muda yang kurang memahami latar belakang nama daerah tempat mereka tinggal.
"Di beberapa sudut-sudut kota itu ada wilayah-wilayah yang anak sekarang mungkin tidak paham. Seperti kenapa namanya Kayutangan, padahal di sana Jalan Basuki Rahmat," lanjutnya.
Selain Kayutangan, Wid juga mencontohkan wilayah-wilayah yang secara administratif berbeda dengan julukan yang melekat di telinga masyarakat. Seperti julukan Betek untuk Jalan Mayjend Panjaitan, Tongan untuk Ade Irma Suryani, dan lainnya.
"Nah seperti itu, mau kami coba buat rubrikasi. Paling tidak menggali memori warga Kota Malang yang sudah bertebaran di mana-mana sehingga muncul rasa nostalgianya, rasa kangennya," lanjutnya.
Melalui rubrikasi tersebut, Kominfo Kota Malang ingin menggali kearifan lokal yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Sekaligus edukasi budaya bagi generasi muda tentang sisi lain di Kota Malang.
"Ini lebih pada kearifan lokal. Kayak kenapa namanya kok Tongan, dan lainnya. Jadi daerah-daerah yang bukan nama jalan tapi nama kaya pedukuhannya. Itu yang mencoba dihidupkan sebagai bahan pembelajaran," pungkasnya. (*)
