Bertahan di Tengah Digitalisasi, Pedagang Buku Bekas di Pasar Buku Velodrome Kota Malang Tetap Diminati

18 Februari 2026 14:55 18 Feb 2026 14:55

Thumbnail Bertahan di Tengah Digitalisasi, Pedagang Buku Bekas di Pasar Buku Velodrome Kota Malang Tetap Diminati

Munif sedang menata koleksi buku di stannya di Pasar Buku Velodrome, Kota Malang, beberapa waktu lalu. (Foto: Mutia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Di tengah derasnya arus digitalisasi, keberadaan pasar buku bekas masih menjadi hal penting bagi masyarakat pencinta literasi. Salah satunya adalah Pasar Buku Velodrome yang hingga kini tetap menjadi rujukan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk mencari buku dengan harga terjangkau.

Berlokasi di kawasan Madyopuro, Kedungkandang, pasar ini dikenal sebagai pusat buku murah yang menyediakan beragam koleksi, mulai dari buku pelajaran sekolah, novel, komik, majalah, hingga barang-barang lawas. Letaknya yang dekat dengan sekolah dan kampus turut menjadikan pasar ini ramai dikunjungi pelajar, terutama saat musim ajaran baru.

Salah satu pedagang di Pasar Buku Velodrome, Munif, mengaku telah berjualan sejak awal berdirinya pasar, sekitar tahun 2008–2009. Ia menuturkan jumlah pengunjung cenderung meningkat pada periode tahun ajaran baru, sementara pada hari biasa pembeli datang lebih sedikit.

“Yang paling banyak dicari biasanya novel dan majalah. Kalau musim sekolah, LKS dan buku pelajaran yang paling laris,” ujarnya.

Menurut Munif, maraknya penjualan buku secara daring juga tren e-book tidak sepenuhnya menggeser minat masyarakat terhadap buku fisik. Ia menilai pengalaman memilih buku secara langsung serta harga yang lebih murah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

"Apalagi bagi kolektor buku. Mereka sepertinya lebih senang mencari-cari di tumpukan buku seperti ini," tuturnya.

Pasar Buku & Seni Velodrome memiliki sejumlah stan yang tertata memanjang, memudahkan pengunjung menelusuri berbagai jenis buku. Selain menawarkan harga ekonomis, pasar ini juga menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh referensi bacaan yang beragam.

Keberadaan pasar buku bekas seperti Velodrome dinilai berperan dalam menjaga budaya literasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Di tengah perubahan zaman, para pedagang tetap bertahan dengan mengandalkan ketekunan dan kesabaran dalam menjalankan usaha mereka.

"Kuncinya memang cuma tekun dan sabar," tandas Munif. (*)
 

Tombol Google News

Tags:

Pasar Buku Velodrome Kota Malang