KETIK, MALANG – Perjalanan hidup H. Asmualik, S.T. bukanlah kisah instan tentang seseorang yang tiba-tiba hadir di panggung politik. Sebaliknya, langkahnya menuju DPRD Kota Malang berangkat dari proses panjang di dunia usaha, yang membentuk cara pandang dan prinsip hidupnya hingga saat ini.
Dari seorang pebisnis, ia kemudian dipercaya masyarakat untuk menjadi wakil rakyat. Perjalanan ini ia maknai sebagai proses menjaga konsistensi dalam menjalani kehidupan.
Asmualik mengawali kariernya sebagai seorang pengusaha. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, ia menyadari bahwa modal terbesar bukan semata materi, melainkan kepercayaan.
Baginya, kepercayaan adalah fondasi utama yang menentukan keberlangsungan usaha. Relasi dengan karyawan, pelanggan, hingga lingkungan sekitar menjadi ruang tempat nilai tersebut terus dibangun dan dijaga.
“Modal utama seorang pebisnis adalah trust atau kepercayaan. Jadi, membangun kepercayaan itu sama dengan membangun modal,” ujarnya.
Prinsip itu tidak hanya menjadi pegangan dalam menjalankan usaha, tetapi juga menjadi jembatan yang mengantarkannya ke dunia politik. Kedekatannya dengan masyarakat serta konsistensinya menjaga kepercayaan perlahan membentuk reputasi positif di lingkungan sekitarnya.
Menariknya, keputusan Asmualik untuk terjun ke politik tidak lahir dari ambisi pribadi semata. Ia justru mengaku bahwa dorongan tersebut datang dari masyarakat.
Bahkan, salah satu momen yang membekas adalah ketika seorang penjual nasi goreng yang ia temui justru memintanya untuk maju sebagai calon legislatif.
“Waktu itu ada yang minta saya maju, bahkan tukang nasi goreng bilang, ‘Pak, jenengan maju saja.’ Dari situ, saya akhirnya merespons,” kenangnya.
Dorongan dari masyarakat tersebut menjadi titik awal langkah politiknya. Pada Pemilihan Legislatif 2019, Asmualik memutuskan untuk maju sebagai calon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Berbekal dukungan lingkungan yang telah ia bangun selama bertahun-tahun, ia berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kota Malang pada periode pertamanya.
Keberhasilan tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa kepercayaan publik adalah kunci utama dalam politik, sebagaimana di dunia bisnis.
Baginya, amanah sebagai wakil rakyat bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga dan membalas kepercayaan yang telah diberikan.
Seiring berjalannya waktu, peran Asmualik di DPRD Kota Malang pun semakin berkembang. Ia kini dipercaya sebagai Ketua Fraksi PKS, memimpin tujuh anggota fraksi yang tersebar di berbagai komisi dan alat kelengkapan dewan.
Posisi ini menuntutnya untuk tidak hanya fokus pada satu bidang, tetapi juga mampu mengoordinasikan berbagai kepentingan dalam lingkup pemerintahan kota.
Selain itu, ia juga bertugas sebagai anggota Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Peran ini semakin memperluas cakupan tanggung jawabnya dalam mengawal kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.
Meski telah beralih dari dunia bisnis ke politik, Asmualik tetap membawa nilai-nilai yang ia pegang sejak awal. Ia percaya bahwa konsistensi adalah kunci dalam menjalani setiap peran, baik sebagai pengusaha maupun sebagai politisi. Baginya, integritas dan kepercayaan tidak boleh berubah, meskipun medan yang dihadapi berbeda.
Perjalanan Asmualik juga menunjukkan bahwa politik tidak selalu harus dimulai dari latar belakang aktivis atau birokrat. Pengalaman di dunia usaha justru memberinya perspektif yang berbeda, terutama dalam melihat kebutuhan masyarakat secara lebih praktis dan solutif.
Kini, sebagai seorang politisi, ia terus berupaya menjaga hubungan dengan masyarakat yang telah mengantarkannya ke posisi saat ini. Ia menyadari bahwa kepercayaan yang telah dibangun tidak boleh dikhianati, melainkan harus dirawat melalui kerja nyata dan keterlibatan aktif dalam pembangunan daerah.
Kisah Asmualik menjadi gambaran bahwa jalan menuju politik bisa datang dari mana saja, termasuk dari ruang-ruang sederhana di tengah masyarakat. Dari interaksi sehari-hari, dari kepercayaan yang tumbuh perlahan, hingga akhirnya bermuara pada amanah sebagai wakil rakyat.
Dengan berpegang pada nilai trust yang ia yakini sejak awal, Asmualik tidak hanya menjalani peran sebagai politisi, tetapi juga melanjutkan prinsip hidup yang telah ia bangun sejak menjadi seorang pebisnis: bahwa kepercayaan adalah segalanya.
