Wisata Lokal Ramai, Turis Asing ke Halsel Juga Tetap Jalan

8 April 2026 20:15 8 Apr 2026 20:15

Thumbnail Wisata Lokal Ramai, Turis Asing ke Halsel Juga Tetap Jalan

Kepala Dinas Pariwisata Halsel Ali Dano Hasan saat diwawancara di ruang kerja Rabu 8 April 2026 (Foto: Mursal/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Geliat pariwisata lokal di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali menunjukkan tren yang menggembirakan usai libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Destinasi unggulan seperti Pulau Nusa Raa menjadi magnet utama kunjungan warga, terutama pada hari-hari awal pascalebaran, saat angka kunjungan disebut membludak hingga ribuan orang per hari.

Kepala Dinas Pariwisata Halsel, Ali Dano Hasan, mengatakan lonjakan mobilitas wisatawan lokal itu menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah. Menurut dia, tingginya arus kunjungan menunjukkan bahwa destinasi wisata di Halsel masih memiliki daya tarik destinasi, daya saing, dan atraktivitas wisata yang kuat di tengah kondisi ekonomi yang sedang menantang.

“Untuk kunjungan wisata lokal yang ada di Halmahera Selatan, Kota Bacan pasca Lebaran Idul Fitri kemarin alhamdulillah sangat memuaskan seperti di tahun-tahun sebelumnya. Angka kunjungan membludak, di hari kedua itu bisa 2 ribu sampai 3 ribu orang per hari,” ujar Ali Dano Hasan kepada wartawan Ketik.com, Rabu 8 April 2026, di ruang kerjanya.

Lonjakan itu, kata Ali, paling terasa di Pulau Nusa Raa. Pada hari pertama hingga hari kedua Lebaran, kawasan itu menjadi pusat rekreasi masyarakat. Memasuki hari keempat, jumlah pengunjung mulai menurun, namun ritme kunjungan tetap berjalan normal.

“Di Pulau Nusa Raa yang sempat saya update kemarin itu dari hari pertama, kedua Lebaran itu 2 ribuan sampai 3 ribuan per hari. Masuk hari keempat itu sudah mulai menurun dan seterusnya sudah mulai normal, tapi masih tetap berjalan,” katanya.

Tak hanya kunjungan harian, aktivitas menginap juga masih bertahan. Ali menyebut pemesanan cottage di kawasan Nusa Raa sampai saat ini masih terus berlangsung. Fenomena itu dibaca sebagai bentuk meningkatnya preferensi wisata domestik, ketika masyarakat memilih beristirahat di ruang terbuka dan kawasan pesisir dibanding tetap berada di rumah.

“Sampai tadi malam, sampai saat ini booking-an masih berjalan terus. Mungkin masyarakat jenuh di rumah sehingga aktivitas mereka banyak dilaksanakan atau beristirahat di Pulau Nusa Raa,” ujarnya.

Di tengah ramainya wisatawan lokal, Dinas Pariwisata juga mencatat bahwa kontribusi terbesar pendapatan sektor wisata pada 2025 masih datang dari retribusi wisatawan mancanegara. Pendapatan itu bersumber dari kunjungan melalui resort-resort di wilayah Halsel, terutama di kawasan Pulau Sali dan sekitarnya, termasuk dari kapal-kapal diving yang melintas dari Raja Ampat menuju perairan Halmahera Selatan.

“Pendapatan terbanyak di tahun 2025 itu di sektor pariwisata dari retribusi kunjungan wisatawan mancanegara melalui resort yang ada di Halsel, yaitu di Sali dan sekitarnya. Ada juga kapal-kapal diving yang mulai dari Raja Ampat sampai ke sini, itu masih normal sampai saat ini,” kata Ali.

Ia menjelaskan, secara kuantitas wisatawan lokal memang jauh lebih besar. Namun secara nilai ekonomi, wisatawan mancanegara masih memberi kontribusi lebih tinggi karena retribusi yang dibayarkan per orang mencapai Rp 250 ribu.

Sementara wisatawan lokal yang masuk ke Nusa Raa hanya dikenakan Rp 5 ribu per orang. Karena itu, struktur pendapatan wisata Halsel saat ini ditopang oleh dua segmen sekaligus yakni wisata massal domestik dan wisata minat khusus berbasis resort serta diving.

“Pengunjung lokal lebih banyak, tapi dari segi nilainya wisatawan mancanegara lebih besar. Karena wisatawan manca negara itu retribusi yang masuk per orang Rp 250 ribu. Kalau wisatawan lokal yang masuk ke Nusa Raa itu hanya Rp 5 ribu,” ujarnya.

Meski demikian, Ali menyebut perkembangan terbaru memperlihatkan adanya keseimbangan baru. Pendapatan dari kunjungan lokal di Pulau Nusa Raa dan Oma Moi mulai mendekati kontribusi dari sektor wisatawan asing.

“Sekarang ini untuk pendapatan hampir berimbang antara Pulau Nusa Raa dan Oma Moi. Ini sudah hampir mengimbangi pendapatan dari sektor wisatawan manca negara,” katanya.

Dalam kerangka besar pembangunan daerah, sektor pariwisata juga mulai diposisikan sebagai bagian penting dari visi Agromaritim Pemkab Halsel. Menurut Ali, pengembangan destinasi kini tidak lagi hanya bicara soal kunjungan, tetapi juga keterhubungan dengan sektor perikanan, pertanian, ekonomi kreatif, dan konservasi ekosistem pesisir.

Ali mencontohkan, pihaknya kini mulai menyiapkan pemasangan beberapa unit mooring di wilayah perairan wisata. Infrastruktur ini penting untuk mengatur titik labuh kapal agar tidak lagi membuang jangkar secara sembarangan yang bisa merusak terumbu karang dan biota laut.

“Seperti ada kegiatan kami itu pemasangan beberapa unit mooring agar kapal yang melewati dan bisa berlabuh tidak buang jangkar sembarangan lagi, supaya tidak mengganggu biota laut karena titik koordinatnya sudah kami tetapkan di situ,” ujar dia.

Tak berhenti di situ, Dinas Pariwisata juga berencana membentuk sejumlah kelompok sadar wisata atau Pokdarwis di wilayah Makayoa. Langkah ini disiapkan untuk memperkuat kolaborasi antara desa, ekonomi kreatif, dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem wisata yang lebih partisipatif.

“Oleh karena itu, di beberapa hari ke depan kami akan membentuk beberapa kelompok Pokdarwis di wilayah itu supaya bisa berkolaborasi dengan ekonomi kreatif, supaya bagaimana membangun kerja sama antara dinas dengan desa untuk mensuplai kegiatan atau program Agromaritim ini,” katanya.

Untuk 2026, Dinas Pariwisata Halmahera Selatan dibebani target Pendapatan Asli Daerah yang jauh lebih besar, yakni Rp 1 miliar. Angka itu naik cukup tajam dibanding target 2025 sebesar Rp 650 juta. Namun, Ali menegaskan pihaknya tetap optimistis. Apalagi pada 2025, sektor ini berhasil mencatat surplus pendapatan.

“Untuk target PAD di 2026 ini jauh lebih besar dari target tahun 2025. Tahun 2026 ini targetnya Rp 1 miliar, yang tahun kemarin kan Rp 650 juta. Walaupun dengan kondisi seperti begini kita harus tetap optimis dan semangat. Jadi di tahun 2025 itu kita surplus,” ujar Ali mengakhiri.

Tombol Google News

Tags:

Dinas Pariwisata Halsel Ali Dano Hasan Halmahera Selatan Dukung Agromaritim Wisata lokal Wisatawan Asing Pendapatan asli daerah Pengembangan Pariwisata Maluku Utara