HUT ke-112 Kota Malang, Kisah Ahmad Penjual Cimol yang Menemukan Penghidupan di Kota Pendidikan

1 April 2026 19:30 1 Apr 2026 19:30

Thumbnail HUT ke-112 Kota Malang, Kisah Ahmad Penjual Cimol yang Menemukan Penghidupan di Kota Pendidikan

Ahmad (35), penjual cimol dan tahu krispi, saat melayani pembeli di kawasan Universitas Merdeka (Unmer), Kota Malang. (Foto: Suci/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga melalui cerita warganya. Salah satunya datang dari Ahmad, penjual cimol dan tahu krispi yang sehari-hari berjualan di kawasan Universitas Merdeka (Unmer) Malang.

Ahmad merupakan warga asal Madura yang kini telah resmi menjadi warga Kota Malang setelah memindahkan Kartu Keluarga (KK). Saat ini, ia tinggal di kawasan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, dan telah cukup lama menggantungkan hidupnya di Kota Malang.

Ia mengaku mulai berjualan sejak 2008, bahkan sebelum akhirnya menetap sebagai warga Malang pada sekitar 2018. Selama menjalani usahanya, Ahmad berpindah-pindah lokasi untuk mencari tempat yang paling cocok.

Mulai dari kawasan Comboran, lingkungan Universitas Brawijaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hingga kini menetap berjualan di sekitar Universitas Merdeka Malang.

“Dari dulu pindah-pindah, dari Comboran, UB, UIN, terus sekarang di sini sudah nyaman,” ujarnya.

Menurut Ahmad, Kota Malang memberikan peluang ekonomi yang cukup terbuka bagi pedagang kecil seperti dirinya. Ia datang dengan tujuan utama untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

“Kalau ekonomi ya jelas, ke Malang ini memang niatnya cari uang,” katanya.

Meski demikian, di hari jadi Kota Malang yang ke-112 ini, ia menilai tidak ada perubahan yang terlalu signifikan dari sisi peraturan selama dirinya tinggal di Malang. Baginya, yang terpenting adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

“Kalau peraturannya itu ya kayaknya sama saja, dari dulu tidak ada perubahan. Kalaupun ada, kita ikut saja menyesuaikan dengan warga sekitar,” tambahnya.

Dalam menjalani usahanya, Ahmad mengaku tetap menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat masa pandemi. Namun, ia memilih untuk menjalaninya dengan penuh rasa syukur.

“Namanya hidup pasti ada suka duka. Tapi saya tidak terlalu memikirkannya, yang penting sehat sudah bersyukur,” ungkapnya.

Di usia ke-112 Kota Malang, Ahmad berharap kota ini semakin maju dan tetap menjadi tempat yang aman bagi masyarakat kecil untuk mencari nafkah.

“Semoga Kota Malang tambah sukses, jaya selalu, dan aman. Biar yang jualan juga tenang,” tuturnya.

Tombol Google News

Tags:

HUT Kota Malang HUT Ke-112 Kota Malang Kota Malang umkm kota malang Pedagang kaki lima Ekonomi Rakyat kisah warga Malang