KETIK, MALANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang pada 1 April, Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menekankan agar perayaan dilakukan secara sederhana namun tetap khidmat.
Trio menilai, momentum hari jadi kota seharusnya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajang refleksi terhadap berbagai pekerjaan yang masih harus diselesaikan pemerintah daerah.
Menurutnya, di usia Kota Malang yang telah menginjak lebih dari satu abad, sudah semestinya ada peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan perayaan tidak berlebihan atau menghamburkan anggaran, melainkan difokuskan pada hal-hal yang lebih esensial bagi masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana visi dan misi kepala daerah bisa direalisasikan dengan baik. Itu yang sebenarnya ditunggu oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, seperti banjir dan kemacetan yang belum sepenuhnya teratasi. Selain itu, ketersediaan lapangan kerja juga dinilai perlu terus ditingkatkan melalui berbagai program konkret dari pemerintah.
“Kalau kita lihat, masih banyak PR yang harus dituntaskan. Contohnya, masalah banjir dan kemacetan yang sampai sekarang masih dirasakan masyarakat,” katanya.
Trio berharap, peringatan HUT ke-112 ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum evaluasi kinerja pemerintah. Ia menegaskan bahwa masyarakat menaruh harapan besar agar program prioritas benar-benar direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Malang ke depannya. (*)
