KETIK, BLITAR – Siapa sangka, di tengah riuh hujan duit dan lemparan doorprize di Lapangan Kankab Kanigoro Blitar, Minggu 16 November 2025, justru Camat Selorejo, Agung Nugroho, yang menjadi bintang paling terang.
Gowes Fun Bike dalam rangka Hari Korpri ke-54 dan HUT PDAM ke-33 yang sejak pagi sudah penuh teriakan peserta, berubah makin bising ketika undian terakhir diumumkan, hadiah utama sepeda motor jatuh ke tangan Agung.
Agung, yang sedari awal tampak santai mengikuti rangkaian kegiatan, mendadak berdiri dengan wajah kaget campur bahagia. Senyumnya lebar lebih lebar dari spanduk Korpri di belakang panggung.
“Alhamdulillah,saya benar-benar nggak nyangka. Tiba-tiba nama saya dipanggil. Terima kasih panitia, terima kasih Pak Bupati Rijanto dan Pak Wabup Beky Herdiansyah,” ujarnya sambil memegang kunci motor, masih seperti tak percaya dirinya keluar sebagai pemenang terakhir sekaligus utama.
Gelaran gowes ini bukan acara biasa. Mulai dari aksi sosial bagi-bagi sembako, reboisasi di Bendungan Wlingi Daya, hingga hiburan dangdut yang menguncang halaman Kankab semua disusun rapi jadi satu paket kemeriahan.
Bupati Blitar H. Rijanto turun langsung memimpin kegiatan reboisasi.
“Momentum Hari Korpri harus memberi dampak ke masyarakat. Kita ingin aparatur semakin dekat, semakin peka, dan semakin cepat melayani,” ungkapnya.
Wabup Beky Herdihansah menimpali, menegaskan bahwa kekompakan pemimpin daerah itu penting, terlebih di event besar semacam ini.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir bukan cuma di kantor, tapi di tengah masyarakat, bersama masyarakat,” tuturnya.
Di area panggung hiburan, orkes dangdut sudah menggelegar sejak pagi. Peserta gowes yang sudah mengayuh puluhan kilometer langsung lupa capek ketika musik mulai dimainkan. Panitia pun tak pelit ratusan doorprize dihamburkan Bupati dan Wabup bergantian, dari kipas angin sampai kulkas, dari kompor sampai TV.
Tidak heran, setiap kali nama pemenang dibacakan, teriakan “Wooo!” sampai menggema ke kantor-kantor sekitar.
Ketika undian tinggal tersisa hadiah satu-satunya yang ditunggu semua orang, suasana tiba-tiba hening. Semua pasang mata. Semua berharap. Semua menahan napas.
Lalu… “Agung Nugroho!”
Seketika lapangan meledak oleh tepuk tangan dan sorak-sorai. Seperti adegan film, Agung berjalan ke panggung dengan ekspresi gabungan antara kaget, bahagia, dan mungkin sedikit malu menjadi pusat perhatian.
Motor baru itu resmi dibawa pulang Camat Selorejo, dan namanya langsung menjadi buah bibir selama acara berlangsung.
Acara puncak Hari Korpri PDAM tahun ini akhirnya ditutup dengan kesan sederhana, meriah, penuh hadiah, dan menyisakan satu nama yang paling beruntung hari itu Agung Nugroho.(*)
