Menanti Magrib di Kampung Arab Ampel, Paduan Religi dan Budaya yang Menggugah

3 Maret 2026 06:42 3 Mar 2026 06:42

Thumbnail Menanti Magrib di Kampung Arab Ampel, Paduan Religi dan Budaya yang Menggugah

Deretan kurma dan penganan Timur Tengah memenuhi lapak pedagang di pasar malam Ampel. (Foto: Gracio Pardomuan/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Kawasan Ampel atau identik dengan kampung Arab Surabaya, ngabuburit di sini sangat cocok untuk wisara religi dan kuliner. 

Kawasan Ampel menjadi salah satu destinasi yang pas untuk berburu takjil. Di area ini tersedia beragam pilihan kuliner yang bisa dibeli sebagai menu berbuka puasa. 

Selain populer sebagai destinasi ziarah religi, kawasan Kawasan Sunan Ampel juga menyimpan beragam kuliner khas Timur Tengah yang menggugah selera. Wilayah ini dikenal dengan masyarakatnya yang mayoritas merupakan keturunan Arab, sehingga tak mengherankan jika banyak warga setempat yang menjajakan hidangan autentik bercita rasa Timur Tengah.

Para pedagang rata-rata menawarkan beragam sajian, mulai dari kurma hingga aneka kudapan khas Timur Tengah seperti kebab, roti maryam, samosa, dan pukis Arab. Harga takjil yang dipatok pun relatif ramah di kantong, dengan kisaran mulai Rp3 ribu hingga Rp17 ribu per porsi.

Harum roti yang baru matang dan gorengan bercita rasa Arab tercium kuat di sepanjang jalan. Roti maryam menjadi favorit banyak pembeli karena disajikan langsung dari atas wajan, memiliki tekstur lembut dengan cita rasa gurih yang pas untuk menu berbuka maupun santap sahur.

 

Foto Papan penunjuk arah memudahkan pengunjung menemukan lokasi makam Sunan Ampel dan para tokoh penyebar Islam lainnya. (Foto: Gracio Pardomuan/ketik.comPapan penunjuk arah memudahkan pengunjung menemukan lokasi makam Sunan Ampel dan para tokoh penyebar Islam lainnya. (Foto: Gracio Pardomuan/ketik.com

 

Tak hanya roti maryam, martabak sambosa juga banyak diburu dengan pilihan isian yang beragam, mulai dari ayam, kambing, hingga sayuran. 

Selain kuliner khas Timur Tengah, busana Muslim dan kurma juga menjadi incaran pengunjung yang ngabuburit di kawasan Ampel.

Di tengah ramainya pengunjung yang memadati kawasan Masjid Sunan Ampel, para pedagang busana Muslim turut merasakan berkah Ramadan. Ahmad, salah satu pedagang baju di kawasan Ampel, mengaku penjualan meningkat signifikan menjelang waktu berbuka puasa.

"Kalau Ramadan seperti ini, alhamdulillah pembeli meningkat, apalagi menjelang Magrib. Banyak yang sekalian beli baju koko, gamis, atau kerudung setelah ngabuburit dan berburu takjil,” ujar Ahmad, salah satu pedagang baju di kawasan Ampel.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya membawa peningkatan rezeki, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang berbeda di kawasan Masjid Sunan Ampel.

Menjelang azan Magrib, arus pengunjung di kawasan Masjid Sunan Ampel semakin padat. Sebagian memilih duduk di pelataran masjid sambil menunggu waktu berbuka, sementara lainnya masih berburu takjil dan berbelanja kebutuhan Ramadan.

Suasana hangat terasa di setiap sudut kampung Arab. Percakapan pembeli dan pedagang berpadu dengan aroma kurma serta hidangan khas Timur Tengah yang menggoda selera. Momen ini tak hanya menjadi ajang menanti waktu berbuka, tetapi juga ruang pertemuan lintas generasi dan budaya.

Bagi warga Surabaya, Ampel bukan sekadar destinasi religi, melainkan juga potret kehidupan yang tetap hidup dan berdenyut selama Ramadan. Perpaduan nilai sejarah, budaya Arab yang kental, serta geliat ekonomi masyarakat menjadikan kawasan ini selalu dirindukan setiap tahunnya.

Ngabuburit di Ampel pun terasa lebih dari sekadar tradisi. Di tempat ini, menunggu Magrib menjadi pengalaman yang sarat makna tentang kebersamaan, keberkahan, dan semangat Ramadan yang terasa begitu nyata.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kampung Arab pasar malam Ampel kawasan Ampel Makam Sunan Ampel Kurma