Pasar Among Tani Kota Batu Ditargetkan Jadi Pusat Grosir dan Etalase UMKM

7 Maret 2026 00:27 7 Mar 2026 00:27

Thumbnail Pasar Among Tani Kota Batu Ditargetkan Jadi Pusat Grosir dan Etalase UMKM

Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto beserta jajaran, saat audiensi dengan komunitas Pasar Among Tani Kota Batu. (Foto: Prokopim Setda Kota Batu)

KETIK, BATU – Upaya revitalisasi Pasar Induk Among Tani mulai dibahas serius oleh Pemerintah Kota Batu. Pasar tradisional terbesar di Indonesia ini dirancang tidak hanya sebagai pusat transaksi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi pusat grosir, etalase produk UMKM, serta ruang ekonomi kreatif berbasis digital.

Rencana tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag), komunitas Arek Enom Pasar, serta perwakilan Batuversity di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat, 6 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Nurochman menerima pemaparan konsep awal menyambut baik penguatan ekosistem Pasar Among Tani.

Ia menilai inovasi pengelolaan pasar yang memadukan pendekatan teknologi dan sistem manajemen modern dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Konsep digitalisasi dan sistem pengelolaan yang ditawarkan ini bagus. Namun implementasinya harus terintegrasi. Arek Enom Pasar dan Batuversity harus berjalan bersama, tidak sendiri-sendiri,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya ketersediaan data riil pedagang sebagai dasar penyusunan kebijakan penataan pasar. Menurutnya, pendataan yang akurat diperlukan agar proses penataan dapat berjalan transparan, terukur, dan tepat sasaran.

Karena itu, Cak Nur meminta perangkat daerah terkait segera menuntaskan proses pendataan pedagang, mulai dari jumlah pelaku usaha, luas lapak, hingga status hunian di area pasar.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mendorong agar rencana revitalisasi tidak berhenti pada tahap konsep.

Ia meminta perangkat daerah menyiapkan langkah implementasi yang konkret, termasuk pemetaan kebutuhan anggaran serta simulasi model pengelolaan pasar yang berkelanjutan.

"Transformasi Pasar Among Tani harus mampu memberikan dampak nyata bagi para pedagang sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Batu," ujar Mas Heli.

Dalam forum tersebut, komunitas Arek Enom Pasar turut memaparkan sejumlah gagasan untuk memperkuat fungsi pasar sebagai pusat distribusi sekaligus etalase produk UMKM lokal. 

Sementara itu, tim Batuversity menawarkan konsep pengembangan pasar sebagai ruang publik kreatif yang memadukan revitalisasi fisik bangunan, aktivasi ruang komunitas, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk para pedagang.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Batu juga telah menyiapkan sejumlah langkah penataan kawasan Pasar Among Tani.

Dian Fachroni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskumperindag Kota Batu, menyebut pihaknya tengah mengkaji penataan pasar pagi sekaligus merancang pembangunan biodigester.

Sebagai bagian dari penataan tersebut, pemerintah mempertimbangkan beberapa opsi relokasi dan pengaturan ulang aktivitas pasar, termasuk kemungkinan memanfaatkan sebagian area parkir pasar sayur.

Namun, rencana itu masih dalam tahap kajian agar tidak mengganggu fungsi utama area parkir.

“Ada opsi ditempatkan di area parkir pasar sayur. Tetapi harus dihitung kembali kebutuhan ruangnya, sehingga fungsi parkir tetap berjalan optimal dan tidak semakin terbatas,” jelas Dian.

Ia menuturkan, pola operasional pasar sebenarnya memungkinkan pengaturan waktu yang lebih tertib. Pasar sayur beroperasi pada malam hingga dini hari, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas pasar pagi dan pasar grosir pada pagi hari.

Dengan pengaturan yang tepat, aktivitas perdagangan di kawasan pasar dapat berlangsung hampir sepanjang hari tanpa mengganggu ketersediaan area parkir.

“Jika pengaturannya tepat, aktivitas bisa berjalan hampir 24 jam. Area atas bisa dimanfaatkan untuk pasar pagi dan grosir, sementara parkir tetap tersedia di bagian bawah. Ini beberapa opsi yang sedang kami kaji,” ujarnya.

Selain penataan kawasan, pemerintah juga menyiapkan proyek pengolahan sampah organik melalui pembangunan biodigester.

Program tersebut ditargetkan mulai diajukan pada 2027 melalui skema pendanaan LSDP, bersamaan dengan pembangunan enam unit tempat pengolahan sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) komunal baru.

Melalui sistem tersebut, sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas pasar akan diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan untuk fasilitas umum di lingkungan pasar.

“Biogas yang dihasilkan rencananya akan dialirkan ke kamar mandi dan area kuliner di lantai tiga. Itu konsep yang sedang kami siapkan,” kata Dian.

Ia menambahkan, pemanfaatan energi alternatif tersebut sejalan dengan rencana pengembangan Pasar Induk Among Tani sebagai pusat UMKM sekaligus destinasi wisata belanja di Kota Batu.

“Ke depan Pasar Induk Among Tani direncanakan menjadi mall UMKM sekaligus pasar pariwisata. Nantinya juga disiapkan rest area bagi pengunjung yang masuk ke Kota Batu, sehingga tidak hanya bertumpu pada kawasan alun-alun. Pengunjung bisa transit di pasar dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia,” paparnya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya membutuhkan ruang yang memadai. Karena itu, koordinasi terus dilakukan dengan pengelola pasar pagi serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), terutama terkait penataan area parkir belakang yang akan menjadi lokasi pendukung proyek biodigester.

“Kami membutuhkan space yang cukup. Area parkir belakang harus ditata rapi karena pelaksanaan proyek biodigester ini tentu memerlukan waktu,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pasar Among Tani Kota Batu Revitalisasi Pasar Pemkot Batu Wali Kota Batu Nurochman Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto Kota Batu