KETIK, LEBAK – Direktur PT Lebak Niaga (Perseroda) Ilham Akbar menerima kunjungan Kepala Perum Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang M. Syaukani di fasilitas Rice Milling Unit (RMU) milik PT Lebak Niaga di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten pada Kamis, 19 Februari 2026.
Pertemuan tersebut membahas rencana sinergi penyerapan gabah petani antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memastikan hasil panen terserap secara optimal, khususnya di wilayah Lebak.
Ilham Akbar mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga gabah sekaligus melindungi kepentingan petani.
“Kunjungan Kepala Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang ke PT Lebak Niaga Perseroda dalam rangka memperkuat sinergitas BUMN dan BUMD untuk penyerapan gabah di Kabupaten Lebak agar lebih optimal,” ujar Ilham kepada wartawan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas RMU yang dimiliki PT Lebak Niaga menjadi salah satu penunjang dalam proses pengolahan dan penyerapan gabah petani.
"Dengan dukungan Bulog, diharapkan distribusi dan penyerapan hasil panen dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang M. Syaukani,menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam menyerap gabah petani.
“Pertemuan bersama PT Lebak Niaga membahas rencana serap gabah bersama. Kami siap berkolaborasi untuk penyerapan gabah petani,” kata Syaukani saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, apabila terdapat gabah hasil serapan dari PT Lebak Niaga, pihaknya siap menampung sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika dalam penyerapan gabah oleh PT Lebak Niaga, tampung saja, kami siap menampung,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan di lapangan, Syaukani menjelaskan bahwa penyerapan gabah di wilayah Lebak-Pandeglang saat ini lebih dahulu di Kabupaten Pandeglang, sebelum selanjutnya dilakukan di Kabupaten Lebak, khususnya di wilayah Wanasalam.
Sejauh ini, lanjutnya, hasil penyerapan gabah terbanyak masih berada di wilayah Pandeglang.
Namun, pihaknya memastikan proses serapan di Kabupaten Lebak segera dimaksimalkan seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi.
Sinergi antara Bulog dan PT Lebak Niaga ini mampu memberikan kepastian pasar bagi petani, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah dinamika produksi dan distribusi hasil pertanian. (*)
