KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) terus memperkokoh komitmennya dalam pembentukan karakter santri melalui gerakan kepanduan.
Pada Selasa, 20 Januari 2026, PPNJ menerima kunjungan strategis dari perwakilan TNI Angkatan Laut (AL) guna membahas kolaborasi pembinaan Satuan Karya (Saka) Bahari.
Kunjungan yang dihadiri oleh Kakak Anang Susanto dari Kodaeral V/Surabaya (Lantamal V Surabaya), khususnya Dinas Teritorial wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo ini, disambut langsung oleh Ketua Harian Pramuka PPNJ, Kakak Agus Fanani, M.Pd.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Biro Pengembangan tersebut menjadi sinyal kuat dimulainya penguatan pendidikan kemaritiman di lingkungan pesantren.
Meski baru saja usai menggelar rangkaian peringatan Harlah dan Haul, antusiasme santri tidak surut.
Di bawah arahan Yayasan Nurul Jadid, kegiatan Pramuka wajib yang dilaksanakan setiap Selasa pagi ini diikuti oleh ribuan santri di seluruh satuan pendidikan.
Program ini merupakan implementasi kebijakan hasil Musyawarah Gugus (Mugus) akhir 2025, yang memposisikan Pramuka sebagai induk organisasi untuk membina jiwa korsa santri.
Dalam pelaksanaannya, PPNJ melibatkan sedikitnya 100 pembina serta Satuan Resimen Mahasiswa (Menwa) Wirasantri 891 UNUJA untuk mengasah kedisiplinan melalui materi Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Dalam tinjauannya ke sejumlah satuan pendidikan, Kakak Anang Susanto menyatakan kesiapan TNI AL untuk terlibat aktif dalam pengembangan Saka Bahari di PPNJ.
Saka Bahari sendiri merupakan wadah bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mendalami keterampilan di bidang kelautan dan kemaritiman.
"Pihak TNI AL akan terlibat aktif dalam pembinaan Saka Bahari di PPNJ. Kami akan membahas langkah-langkah konkret ke depan agar sinergi ini memberikan dampak nyata bagi pengembangan minat dan bakat santri di bidang bahari," ungkapnya.
Ketua Gugus Depan Pramuka Nurul Jadid, Kakak Umar Falas, M.Pd., yang turut mendampingi peninjauan lapangan, menilai kehadiran TNI AL sebagai motivasi besar bagi para santri.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kolaborasi dengan berbagai Satuan Karya lainnya, mulai dari Saka Bhayangkara hingga Saka Informatika.
Ketegasan dalam menjalankan jadwal Pramuka pukul 07.00–09.00 WIB ini terbukti efektif menjaga kondusivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Kehadiran pengurus wilayah, daerah, hingga wali asuh yang kompak memastikan transisi dari masa perayaan besar kembali ke rutinitas pendidikan berjalan tertib dan produktif.
Dengan dimulainya kolaborasi bersama TNI AL, Pondok Pesantren Nurul Jadid semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pendalaman agama, tetapi juga pada wawasan kebangsaan dan kedaulatan maritim.(*)
