KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, secara resmi melepas kepulangan ribuan santri untuk menjalani libur Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat, 6 Maret 2026. Kepulangan ini tidak sekadar menjadi masa jeda dari kegiatan belajar di pesantren, tetapi juga momentum bagi para santri untuk mengamalkan nilai-nilai kepesantrenan di tengah kehidupan masyarakat.
Dalam prosesi pelepasan tersebut, perwakilan keluarga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ny. H. Khodijatul Khodriyah yang akrab disapa Ning Iah, menyampaikan lima pesan penting sebagai bekal moral bagi para santri selama berada di kampung halaman.
Pesan pertama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga marwah diri dengan berpegang teguh pada Trilogi dan Panca Kesadaran Santri sebagai identitas dan pedoman hidup. Selain itu, para santri juga diingatkan untuk tetap istiqomah menjaga ritme ibadah yang selama ini terbentuk selama berada di lingkungan pesantren.
“Kebaikan yang selama ini diperoleh dan dipraktikkan di dalam pondok harus diistiqomahkan di rumah. Jangan sampai perilaku baik luntur hanya karena perbedaan suasana lingkungan,” tegas dalam pengarahannya.
Pesan berikutnya menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua serta menjaga peran santri sebagai Uswatun Hasanah atau teladan yang baik bagi masyarakat di sekitarnya. Selain itu, para santri juga diingatkan bahwa kepulangan ke rumah bukan berarti berhenti belajar, tetapi justru menjadi kesempatan untuk memahami dan belajar dari realitas sosial di tengah masyarakat.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses kepulangan, pihak pesantren menerapkan sistem keberangkatan yang terkoordinasi melalui Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) di masing-masing daerah.
Jadwal kepulangan santri dibagi menjadi dua gelombang, yaitu santri putri yang diberangkatkan pada 16 Ramadan 1447 H atau 6 Maret 2026, sedangkan santri putra berangkat pada 17 Ramadan 1447 H (7 Maret 2026).
Proses penjemputan juga dilakukan secara ketat. Wali santri diwajibkan menunjukkan dokumen verifikasi saat menjemput di titik penurunan (dropspot) yang telah ditentukan oleh pihak pesantren.
Libur Ramadan ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir Maret 2026. Santri putri dijadwalkan kembali ke pesantren pada 10 Syawal 1447 H (30 Maret 2026), sementara santri putra kembali sehari setelahnya, yakni pada 11 Syawal 1447 H (31 Maret 2026).
Melalui pembekalan tersebut, Pondok Pesantren Nurul Jadid menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi santri yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas moral, serta kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat, bangsa, dan agama. (*)
