KETIK, PROBOLINGGO – Sedekah tidak selalu identik dengan pemberian harta. Dalam pengajian khataman Kitab Nashoihud Diniyah di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, KH Moh. Zuhri Zaini menegaskan bahwa makna sedekah jauh lebih luas daripada sekadar materi.
Menurutnya, ucapan yang baik, sikap yang menyejukkan, hingga upaya membahagiakan sesama mukmin merupakan bentuk sedekah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.
"Sedekah itu dapat menghapus kesalahan atau dosa, sebagaimana air memadamkan api," ujar Kiai Zuhri mengutip sabda Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, Kiai Zuhri menggambarkan kondisi manusia di Padang Mahsyar pada hari kebangkitan. Ia menjelaskan, seluruh manusia akan dibangkitkan dalam keadaan tanpa daya, diliputi rasa takut, lapar, dan haus. Dalam situasi penuh kegelisahan tersebut, amalan sedekah menjadi salah satu penolong utama.
Ia menyampaikan adanya balasan nyata dari Allah SWT bagi orang yang gemar bersedekah. Siapa pun yang memberi pakaian dengan ikhlas di dunia, akan diberi pakaian di akhirat. Orang yang memberi makan karena Allah akan mendapat balasan serupa, begitu pula mereka yang memberi minum dengan tulus akan dipuaskan dahaganya pada hari penghakiman.
Kiai Zuhri juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam bersedekah. Ia menegaskan bahwa sedekah boleh diniatkan untuk membahagiakan orang lain, tetapi menjadi tercela apabila bertujuan mencari pujian atau bersifat riya’. Ia pun mengingatkan agar kebaikan tidak dilakukan secara musiman, melainkan terus-menerus sebagai wujud keikhlasan.
Sebagai teladan, ia mengisahkan Kiai Abdul Lathif, ayah dari KH Moh. Kholil Bangkalan. Meski hidup sederhana, Kiai Abdul Lathif tidak pernah berhenti bersedekah dengan harapan putranya menjadi ulama. Doa dan ketulusannya berbuah manis ketika sang putra kelak dikenal sebagai guru para ulama besar di Indonesia.
Kiai Zuhri juga mengajak jamaah untuk tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Ia menuturkan kisah Imam Suyuti yang memperoleh kemuliaan di alam kubur bukan semata-mata karena karya ilmiahnya, melainkan karena pernah membiarkan seekor lalat minum dari tinta penanya saat menulis.
Bahkan, tindakan sederhana seperti memberi makan semut pun termasuk sedekah. "Setiap perbuatan baik adalah sedekah. Jangan menunggu memiliki banyak harta untuk berbagi, lakukan sekarang meski tampaknya remeh," pungkasnya. (*)
