KETIK, BATU – Mengusung visi resonansi pelajar NU, kepengurusan PC IPNU dan IPPNU Kota Batu periode 2025-2027 dilantik di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Sabtu, 31 Januari 2026, sebagai komitmen membangun generasi muda yang adaptif, berkarakter, dan peduli keberlanjutan.
Ketua PC IPPNU Kota Batu periode 2025-2027, Naila Nafisa Azmi, menjelaskan bahwa konsep resonansi tidak dimaknai sekadar sebagai bunyi, melainkan gelombang yang bergerak dan membawa pengaruh luas.
Melalui visi tersebut, IPPNU mendorong agar gerakan pelajar NU tidak berhenti di ruang organisasi, tetapi mampu menyebar dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial.
“Kami ingin gerak pelajar NU Kota Batu tidak berhenti di internal organisasi, tetapi memantul, menyebar, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Naila.
Ia menuturkan, nilai adaptif dalam visi kepengurusan baru diartikan sebagai kesiapan pelajar NU dalam merespons perubahan zaman, termasuk perkembangan di bidang pendidikan, teknologi, serta penguatan kreativitas lokal. Semangat tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kota Batu yang progresif, unggul, dan terpadu.
“Generasi muda harus terus didorong untuk belajar, berinovasi, dan memberi nilai tambah bagi daerahnya,” katanya.
Selain adaptif, Naila menegaskan bahwa nilai berkarakter menjadi fondasi utama gerakan IPPNU. Di tengah laju pembangunan, pihaknya meyakini karakter madani, akomodatif, dan strategis menjadi kunci agar kemajuan tetap berpijak pada nilai moral, budaya, serta kearifan lokal yang menjadi ciri khas Kota Batu.
Sementara itu, semangat berdaya menjaga keberlanjutan diwujudkan melalui kepedulian sosial dan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari spirit 'mBatu Sae' yang diterjemahkan dalam gerakan pelajar yang peduli, partisipatif, dan bertanggung jawab terhadap masa depan daerah.
“Seluruh visi dan program IPNU-IPPNU Kota Batu kami niatkan berjalan seiring dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Batu, termasuk sembilan prioritas pembangunan Nawabakti, sebagai bentuk kontribusi nyata pelajar NU dalam mendukung pembangunan daerah,” pungkas Naila. (*)
