Mengharukan! Guru di Kota Batu Jemput Siswa agar Tak Putus Sekolah

17 Maret 2026 11:18 17 Mar 2026 11:18

Thumbnail Mengharukan! Guru di Kota Batu Jemput Siswa agar Tak Putus Sekolah

Alfi Nurhidayat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Di sejumlah wilayah pinggiran Kota Batu, semangat belajar siswa masih menghadapi berbagai tantangan. Bahkan, ada guru yang harus menjemput muridnya pada pagi hari agar mereka tetap bisa berangkat ke sekolah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Batu yang terus berupaya menjaga akses pendidikan bagi siswa di daerah terpencil.

Salah satu wilayah yang menjadi fokus perhatian adalah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, di mana sebagian siswa masih menghadapi kendala untuk berangkat ke sekolah secara mandiri.

Di kawasan tersebut, beberapa guru bahkan harus menjemput siswa pada pagi hari agar mereka dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Situasi ini terjadi karena banyak orang tua bekerja sebagai petani dan berangkat ke ladang sejak dini hari, sehingga anak-anak sering kali ditinggal di rumah tanpa pendampingan untuk bersiap menuju sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk penyesuaian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

“Di wilayah seperti Tulungrejo, peran guru tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga memastikan para siswa dapat berangkat dan tiba di sekolah dengan aman. Pada pagi hari, banyak orang tua yang sudah pergi ke ladang, sehingga anak-anak berpotensi kehilangan motivasi atau bahkan terlambat berangkat ke sekolah,” ujarnya.

Menurut Alfi, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di Kota Batu memperoleh kesempatan pendidikan yang setara tanpa terhambat oleh jarak maupun kondisi keluarga.

“Kami ingin setiap anak di Kota Batu, di mana pun mereka tinggal, memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan. Melalui dukungan seperti ini, kami berharap tidak ada siswa yang putus sekolah hanya karena kendala jarak atau aktivitas orang tua,” katanya.

Selain menjaga angka partisipasi sekolah, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kota Batu.

Untuk jangka panjang, Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah serta masyarakat setempat guna mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

Beberapa langkah yang dipertimbangkan antara lain penyesuaian waktu belajar hingga penguatan peran komunitas dalam membantu mengantar anak-anak ke sekolah.

Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan di wilayah pinggiran dapat terus meningkat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan sumber daya manusia di Kota Batu.

Tombol Google News

Tags:

Dinas Pendidikan Kota Batu Kota Batu Partisipasi Sekolah