KETIK, SAMPANG – Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, membersamai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Madura Raya dalam kegiatan konsolidasi yang digelar di Pendopo Wakil Bupati setempat pada Rabu, 18 Maret 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator BEM Bangkalan Moh. Fauzi beserta anggota, Koordinator BEM Sampang Iftitahul Ilmi beserta anggota, Koordinator BEM Pamekasan Junaidi, serta Koordinator BEM Sumenep Salman Farid beserta anggotanya.
Mahfud menyatakan kehadirannya menjadi bukti komitmen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk selalu bersama pemuda dan mahasiswa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PKS mendukung penguatan peran mahasiswa dalam berbagai kegiatan positif dan konstruktif,” ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Mahfud yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PKS Sampang itu menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan daerah, khususnya di Madura.
Ia menyebut konsolidasi lintas kampus tersebut sebagai momentum strategi untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemangku kebijakan.
“Mahasiswa adalah agen perubahan yang memiliki posisi sangat strategis dalam mengawal arah pembangunan daerah. Konsolidasi seperti ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk menyusun gagasan, menyatukan visi, serta memperkuat peran kritis dan konstruktif mahasiswa dalam menjawab berbagai permasalahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata PKS dalam mendukung gerakan pemuda dan mahasiswa.
“Sebagai bagian dari PKS, kami ingin memastikan bahwa keberadaan partai tidak mendekati generasi muda, khususnya mahasiswa. Kami percaya bahwa perubahan besar lahir dari ide-ide segar yang dikembangkan oleh anak muda. Oleh karena itu, PKS akan selalu membuka ruang dialog, kolaborasi, serta memberikan dukungan terhadap setiap gerakan mahasiswa yang terfokus pada kemaslahatan umat dan kemajuan daerah,” lanjutnya.
Mahfud menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar kebijakan yang dihasilkan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, saya berharap konsolidasi ini tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi mampu melahirkan program-program konkret yang bisa diimplementasikan bersama. Mahasiswa harus menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategi pemerintah. Dengan demikian, pembangunan di Madura, khususnya di Sampang, dapat berjalan lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, kegiatan konsolidasi BEM se-Madura Raya ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat jaringan dan solidaritas mahasiswa antar daerah, sekaligus mendorong peran aktif mereka dalam pembangunan sosial, ekonomi dan pendidikan di Madura. (*)
