KETIK, BATU – Program Home Care yang dijalankan Pemerintah Kota Batu melalui inisiatif Mbatu SAE dinilai efektif dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Melalui program ini, tenaga medis dari puskesmas turun langsung mengunjungi rumah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan.
Wali Kota Batu, Nurochman, menilai program Home Care mampu menghadirkan pelayanan kesehatan secara lebih dekat kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan lanjut usia (lansia).
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari peran aktif tenaga medis puskesmas yang melakukan kunjungan langsung ke rumah warga.
“Pendekatan jemput bola yang dilakukan tim medis dari puskesmas melalui program Home Care mampu mengatasi keterbatasan akses dan mobilitas warga yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, dokter dapat memantau kondisi kesehatan masyarakat secara lebih intensif. Hal ini dinilai penting, terutama bagi ibu hamil dan lansia yang membutuhkan perhatian kesehatan secara berkelanjutan.
Selain itu, pemeriksaan yang dilakukan secara berkala memungkinkan tenaga medis mendeteksi lebih dini potensi masalah kesehatan yang dialami warga.
Program Home Care dalam kerangka Mbatu SAE dirancang untuk memastikan seluruh masyarakat Kota Batu tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terkendala jarak maupun kondisi fisik.
Kelompok ibu hamil dan lansia menjadi prioritas karena memiliki tingkat kerentanan kesehatan yang lebih tinggi.
Tak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, tenaga medis yang turun ke lapangan juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga pasien.
Langkah ini dilakukan agar perawatan kesehatan dapat terus dilakukan secara mandiri di rumah.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Batu berharap kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat sekaligus memperkuat pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.
