KETIK, BONDOWOSO – Kabar menggembirakan datang bagi para guru ngaji di Kabupaten Bondowoso. Pemerintah daerah resmi mencairkan insentif tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas perannya dalam membina pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), pemerintah memastikan sebanyak 5.865 guru ngaji menerima bantuan tersebut. Setiap penerima memperoleh insentif sebesar Rp1.500.000 yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.
Kepala Bagian Kesra, Muhammad Royhan, menjelaskan bahwa proses penyaluran dilakukan secara bertahap dan melalui verifikasi berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Pencairan diprioritaskan bagi guru ngaji yang datanya lengkap dan memiliki rekening aktif. Sementara untuk data yang masih bermasalah, seperti rekening tidak aktif atau adanya pergantian penerima, akan diproses pada tahap berikutnya,” ujarnya pada Selasa, 17 Maret 2026.
Dari total jumlah penerima pada tahun 2026, masih terdapat 518 guru ngaji yang pencairannya dijadwalkan setelah Lebaran.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa insentif ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung para guru ngaji yang telah berkontribusi besar dalam membangun karakter generasi muda.
“Guru ngaji adalah pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di masyarakat. Insentif ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Kami berharap ini bisa menjadi penyemangat agar terus membina generasi muda yang berakhlak,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif dalam memperkuat pendidikan keagamaan serta kehidupan sosial masyarakat. (*)
