Basha Market Surabaya 2025, Labyrinth, Wadah Kreatif yang Terus Berkembang

29 Agustus 2025 17:43 29 Agt 2025 17:43

Thumbnail Basha Market Surabaya 2025, Labyrinth, Wadah Kreatif yang Terus Berkembang
Ramainya Basha Market dengan berbagai stan di dalamanya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Setelah merayakan satu dekade, Basha Market kembali hadir di Next Gen Multipurpose Hall, Ciputra World Surabaya 29-31 Agustus 2025 dengan skala lebih besar.

Tahun ini Basha mengusung tema Labyrinth, sebuah pengalaman multi-sensori melalui instalasi imersif bernuansa emas yang mengajak pengunjung menjelajahi lorong kenangan dari suka, duka, hingga refleksi diri.

Konsep ini diwujudkan lewat kolaborasi dengan Of Sorts dan Sciencewerk, menghadirkan instalasi unik seperti Labyrinth The Entrance to Memory, UBS Golden Egg, Zojirushi Golden Zen Garden, hingga Gilded Tides Immersive Room.

Co Founder Basha, Devina Sugono, menjelaskan Basha tidak hanya menjadi ajang pameran, tapi juga ruang penguatan brand lewat program seperti Basha Haul bersama KOL dan Basha UGC Corner yang menampilkan live talkshow bersama brand owner.

“Basha adalah circle kolaborasi antara brand, kreator, dan masyarakat,” ujarnya saat Opening pada Jumat 29 Agustus 2025.

 

Foto Gate Basha Market di Next Gen Multipurpose Hall, Ciputra World Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)Gate Basha Market di Next Gen Multipurpose Hall, Ciputra World Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)



Basha juga menggandeng kreator lokal seperti Paulus Hyu (Dream with Nimbus), Eric Noah (Gwen The Corgi), dan Raivan Yogiaman (Robokite) untuk berkolaborasi dengan brand fesyen, lifestyle, hingga F&B.

Menurut Co-Founder Christie Erin, konsumen kini semakin kritis dan memilih produk yang memiliki value serta cerita.

Lebih dari sekadar market, Basha membawa dampak luas bagi banyak profesi, dari fotografer, fashion stylist, hingga penyedia venue.

“Semua ikut terlibat dan merasa memiliki,” tambah Devina.
 

 

Foto Stan produk pakaian yang ada di Basha Market Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)Stan produk pakaian yang ada di Basha Market Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)


Dengan semangat kolaborasi, Basha Market terus membuktikan diri sebagai ruang tumbuhnya industri kreatif lokal.

“Kami ingin Basha semakin besar agar bisa mewadahi lebih banyak brand dan kreator,” tutup Erin.

BASHA adalah platform serbaguna yang didesain untuk para seniman dan talenta industri kreatif untuk menampilkan karyanya, bertemu dengan konsumen serta berkolaborasi.

Basha sudah diselenggarakan sebanyak 15 kali di Surabaya, Jakarta dan Makassar dan 4 kali event online. Tiap sub-projek melayani tujuan sendiri sebagai sebuah katalis dan inkubator untuk berbagai brand dan talenta agar bisa terus menerus meningkatkan kemampuannya agar bisa melampaui standar pasar saat ini.(*)

Tombol Google News

Tags:

Basha Market Basha Market Surabaya Ciputra World Surabaya Labyrinth Surabaya pameran Surabaya