KETIK, HALMAHERA SELATAN – Sebuah sudut sederhana di pesisir Desa Tuwokana, Kecamatan Bacan Selatan Halmahera Selatan, kini perlahan menjelma menjadi ruang wisata visual yang menarik perhatian banyak orang. Dermaga Terapung Pelabuhan Semut, yang berdiri di tepian pantai desa itu, dalam beberapa pekan terakhir ramai didatangi warga yang ingin mengabadikan momen dengan latar laut dan langit senja yang menawan.
Dermaga ini tidak hadir dengan hiruk-pikuk destinasi besar. Namun justru dalam tampilannya yang sederhana, tersimpan daya tarik lanskap pesisir yang kuat. Hamparan laut terbuka, hembusan angin pantai, dan garis cakrawala yang lapang menciptakan panorama yang memberi kesan tenang, estetik, sekaligus memikat bagi siapa saja yang datang.
Tak heran jika lokasi ini mulai menjadi spot foto favorit warga dari berbagai wilayah di Pulau Bacan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak datang silih berganti untuk berfoto di atas dermaga itu. Dalam sudut pandang pariwisata, kehadiran tempat ini menunjukkan tumbuhnya daya tarik wisata berbasis panorama yang lahir dari kekuatan visual dan pengalaman langsung pengunjung.
Rin dan Aca Warga Pulau Obi yang datang berfoto di Dermaga Apung (Foto: Mursal/Ketik.com)
Waktu yang paling ramai biasanya saat sore hari. Pada jam-jam itu, Dermaga Terapung Pelabuhan Semut menghadirkan atraksi natural yang sulit diabaikan. Cahaya matahari yang mulai merendah membentuk gradasi warna di permukaan laut, menciptakan momen sunset yang eksotis dan memberi nilai fotografis tersendiri bagi para pengunjung.
Banyak warga datang bukan semata untuk berjalan-jalan, tetapi untuk menikmati atmosfer rekreatif yang ditawarkan tempat ini. Ada yang berdiri di ujung dermaga sambil memandangi laut, ada pula yang sibuk mengambil gambar dari berbagai sudut. Bagi sebagian orang, dermaga ini bukan lagi sekedar fasilitas pesisir, tetapi telah berkembang menjadi ruang ekspresi visual yang memberi pengalaman sederhana dan berkesan.
Daya tarik Dermaga Terapung Pelabuhan Semut bahkan mulai menjangkau pengunjung dari luar Pulau Bacan. Beberapa di antaranya datang setelah melihat keindahan tempat itu beredar di media sosial. Hal ini menandakan bahwa dermaga tersebut mulai membentuk citra destinasi yang kuat melalui penyebaran visual digital dari sesama pengunjung.
Rin dan Aca, dua remaja asal Pulau Obi, mengaku sengaja datang ke lokasi itu setelah melihatnya di media sosial. Rasa penasaran itulah yang akhirnya membawa mereka ke Desa Tuwokana untuk merasakan langsung suasana di atas dermaga terapung tersebut.
Sunset di di seputar dermaga Apung pelabuhan semut Bacan Selatan (Foto: Mursal/Ketik.com)
“Kami dari Obi. Tempat ini kami lihat di medsos jadi ingin berfoto di sini. Tempatnya asik,” kata Rin saat ditemui, Rabu 8 April 2026.
Pengakuan itu memperlihatkan bagaimana media sosial kini menjadi medium promosi yang sangat efektif dalam memperkenalkan destinasi baru. Tanpa kampanye besar, sebuah lokasi dapat tumbuh menjadi magnet kunjungan ketika memiliki keunikan visual, nilai estetik, dan pengalaman ruang yang mudah diterima.
Dermaga Terapung Pelabuhan Semut pun kini seperti menawarkan wajah baru pariwisata lokal di Halmahera Selatan. Bukan destinasi yang megah, tetapi tempat yang pelan-pelan membangun pesonanya sendiri. Ia mengundang orang datang untuk berfoto, menikmati senja, dan merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan hanya lewat gambar.
Jika terus dirawat dan dipromosikan secara baik, bukan tidak mungkin dermaga ini akan berkembang menjadi salah satu spot wisata pesisir paling diminati di Bacan Selatan. Sebab di tempat ini, orang tidak hanya menemukan latar foto yang indah, tetapi juga pengalaman menikmati senja dari sudut pantai yang menyimpan pesona berbeda.
