KETIK, HALMAHERA SELATAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Halmahera Selatan memastikan dukungan transportasi untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2026 di Kecamatan Kayoa Utara. Dukungan itu disiapkan dari jalur darat hingga laut, menyusul dua titik pelaksanaan kegiatan yang akan dipusatkan di Desa Laromabati dan Modayama.
Kepala Dishub Halmahera Selatan (Halsel), Ramli Manui, mengatakan instansinya siap menopang kebutuhan transportasi selama pelaksanaan MTQ. Menurut dia, semua dukungan yang bisa disiapkan akan diarahkan untuk membantu kelancaran mobilitas ke lokasi kegiatan.
“Dishub tentunya dan pastinya mensuport terkait pelaksanaan MTQ nanti. Jadi apa apa yang bisa kami dukung akan kami berikan,” ujar Ramli saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa, 7 April 2026.
Dari sisi darat, Dishub Halsel telah menyiapkan armada angkutan yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk mendukung distribusi kebutuhan panitia maupun logistik ke lokasi MTQ. Ramli menyebut, pihaknya memiliki sekitar tiga unit mobil angkutan yang dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan lapangan.
“Misalnya transportasi baik di darat. Kebetulan kami di Dishub punya mobil angkutan ada sekitar tiga buah,” katanya.
Ia menjelaskan, armada tersebut pada prinsipnya disiapkan untuk menunjang distribusi ke titik-titik pelaksanaan kegiatan. Penggunaannya nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan agar mobilitas barang dan perlengkapan dapat berjalan lebih tertata.
“Mungkin kesiapannya itu yang barangkali kami siapkan untuk di distribusikan ke lokasi MTQ nanti,” ucapnya.
Selain transportasi darat, Dishub juga mulai memetakan dukungan pada akses laut menuju kawasan pelaksanaan MTQ. Menurut Ramli, kondisi Pelabuhan Laromabati hingga kini masih layak digunakan, sementara layanan kapal feri menuju wilayah tersebut juga masih berjalan normal.
“Untuk perbaikan pelabuhan di lokasi MTQ di Laromabati masih layak karena ada kapal fery di pelabuhan Laramobati jadi kapal fery juga masih lancar kesana,” ujarnya.
Meski begitu, Ramli menegaskan pengaturan penyeberangan tidak bisa dilepaskan dari jadwal kegiatan yang disusun panitia, terutama bagian Kesra. Sinkronisasi jadwal dinilai penting agar mobilisasi peserta dan kebutuhan kegiatan dapat diatur lebih efisien tanpa memunculkan tambahan beban anggaran.
“Namun itu bergantung pada pihak Kesra untuk hal itu nanti kita sesuiakan jadwalnya. Karena kalau tidak sesuai jadwal nanti anggarannya sedikit banyak seperti tahun kemarin di Indari Bacan Barat,” kata Ramli.
Ia menambahkan, kepastian jadwal akan memudahkan Dishub dalam mengatur pola penyeberangan dari titik keberangkatan menuju pelabuhan tujuan. Dengan pengaturan yang tepat, proses perpindahan orang, kendaraan, hingga logistik ke lokasi MTQ akan lebih mudah dikendalikan.
“Tapi kalau sesui jadwal kita bisa atur agar memudahkan penyeberangan dari sini menuju ke lokasi pelabuhan yang di tuju,” tuturnya.
Karena pelaksanaan MTQ akan berlangsung di Laromabati dan Modayama, Dishub juga membuka ruang penyesuaian jadwal kapal feri agar dapat mengangkut mobil dan kebutuhan lain secara langsung. Skema ini dipandang lebih praktis karena bisa memaksimalkan layanan reguler tanpa harus menggunakan kapal tambahan.
“Ini lokasi MTQ kan ada di Laromabti dan Modayama jadi nanti kita bisa sesuikan kapal fery jadwalnya mungkin bisa mengankut mobil dan lain lain sehingga kita tidak pakai lagi kapal lain,” ujar Ramli.
