KETIK, PACITAN – Tragedi pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di belasan titik Kabupaten Pacitan, sejak pagi hingga siang hari, Sabtu, 24 Januari 2026.
Di beberapa lokasi, pohon roboh melintang di badan jalan sehingga menghambat perjalanan pengguna jalan dan memaksa arus lalu lintas dialihkan sementara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Ketik.com dari laporan warga dan petugas di lapangan, salah satu kejadian pohon tumbang terjadi di wilayah Bolosingo, Pacitan, tepatnya di Jalan Yos Sudarso, Bangunsari.
Pohon berukuran cukup besar roboh ke badan jalan dan menutup sebagian akses kendaraan.
Selain di Bangunsari, peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di RT 1/RW 1 Craken Wetan, Desa Sumberharjo, Kecamatan Pacitan.
Sebuah pohon besar tumbang ke badan Jalan RE Martadinata dan menarik tiang penyangga kabel penerangan jalan, jaringan wifi, serta kabel telepon hingga roboh.
Akibatnya, akses jalan tertutup total dan arus lalu lintas di ruas tersebut lumpuh sementara.
Seorang warga setempat, Yanur, mengatakan kondisi pohon tersebut sebenarnya sudah lama dikhawatirkan karena akarnya lapuk.
“Sudah kami laporkan ke DLH, PLN, dan Telkom sekitar seminggu lalu,” ujar Yanur.
Angin kencang yang berlangsung dalam waktu cukup lama membuat potensi pohon tumbang meningkat, terutama pada pohon yang sudah tua atau memiliki kondisi akar yang rapuh.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro, mengatakan jumlah laporan kejadian pohon tumbang cukup banyak sejak pagi hari.
“Ada sekitar 11 laporan untuk wilayah Kecamatan Pacitan pagi ini. Yang di luar kecamatan kota belum terekap,” kata Radite.
Dampak Siklon Tropis Luana
Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima melalui pesan WhatsApp dari petugas Pusdatin Pacitan, angin kencang yang melanda wilayah Jawa Timur, termasuk Pacitan, dipicu oleh dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana.
BMKG menjelaskan, Siklon Tropis LUANA terbentuk dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB dan berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur. Dalam 24 jam ke depan, siklon tersebut diprakirakan melemah menjadi Low dan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia.
Meski melemah, BMKG menegaskan bahwa dampak tidak langsung dari siklon masih berpotensi menimbulkan angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur, yang dapat memicu kejadian pohon tumbang serta gangguan aktivitas masyarakat.
BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi angin kencang di Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.
Warga Pacitan diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan yang rawan roboh, serta lebih berhati-hati saat melintas di jalan raya karena masih berpotensi terjadi pohon tumbang susulan.
Hingga berita ini diturunkan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Petugas terkait bersama warga setempat telah melakukan penanganan dan pembersihan pohon tumbang agar arus lalu lintas kembali normal.(*)
