KETIK, SAMPANG – Sejumlah orang tua siswa menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terhadap sekolah-sekolah negeri.
Sorotan tersebut mencuat seiring adanya dugaan siswa fiktif di beberapa sekolah serta minimnya kedisiplinan sejumlah tenaga pendidik.
Salah satu kasus yang disorot terjadi di SDN Rongtengah 1 Sampang. Seorang wali murid, Dwi Aprilia, mengungkapkan bahwa guru olahraga di sekolah tersebut diduga kerap membolos dan jarang masuk kelas.
“Pengawasan dari Dinas Pendidikan sangat lemah. Di sekolah anak saya, guru olahraganya jarang masuk, tapi sepertinya Disdik hanya diam dan tidak ada teguran,” ujarnya kepada media Ketik.com, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menyebutkan, guru olahraga yang dimaksud bernama Iswandi. Ia mengaku prihatin karena SDN Rongtengah 1 dikenal sebagai salah satu sekolah dasar negeri favorit yang berada di pusat Kota Sampang.
“Anak saya bersekolah di SDN Rongtengah 1. Sangat disayangkan, karena sekolah ini dikenal sebagai SD favorit dan berada di tengah kota, tetapi masih ada guru yang tidak disiplin,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Dwi Aprilia berharap DPRD Kabupaten Sampang dapat turun tangan dengan memanggil guru yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
“Saya meminta DPRD Sampang memanggil guru olahraga SDN Rongtengah 1. Sampai sekarang belum ada teguran dari Dinas Pendidikan,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Sampang, Mohammad Yusuf, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil guru yang bersangkutan.
“Besok akan saya laporkan ke bagian PTK agar guru tersebut segera dipanggil,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dia juga menegaskan bahwa kepala sekolah seharusnya bersikap transparan dan tegas dalam melakukan pembinaan terhadap guru. Apabila kepala sekolah tidak mampu membina, maka wajib melaporkannya ke Disdik.
“Kalau kepala sekolah sudah tidak mampu membina guru tersebut, seharusnya dilaporkan ke kami,” tandasnya. (*)
