Termasuk Mujahadah Kubro, Ini Tiga Tonggak Sejarah Nahdlatul Ulama di Malang

3 Februari 2026 20:19 3 Feb 2026 20:19

Thumbnail Termasuk Mujahadah Kubro, Ini Tiga Tonggak Sejarah Nahdlatul Ulama di Malang

Stadion Gajayana bakal menjadi lokasi Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama. (Foto; Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar mujahadah kubro untuk memperingati seabad berdirinya salah satu organisasi Islam terbesar di dunia tersebut. Acara ini akan dihelat di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jumat-Sabtu, 7-8 Agustus 2026.

Bagi NU, Malang Raya memiliki peran penting dalam perjalanan mereka. Ada sejumlah tonggak sejarah NU yang menjadikan Malang Raya sebagai saksi sejarah.

Sejarah NU pertama kali di Malang Raya terjadi di sebuah rumah di Desa Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Rumah bercat warna hijau ini menjadi saksi bisu salah satu pendiri NU yaitu KH. Abdul Wahab Chasbullah dari Tambak Beras Jombang dan KH. Kholil Syafi’i berdiskusi dalam mendirikan NU.

Sejarah yang kedua yaitu pertemuan Muktamar yang ke-12 pada tanggal 20-24 Juni di Malang pada tahun 1937. Pada pertemuan ini merupakan momen yang sangat krusial. Dimana sikap NU menolak dengan tegas Ordonansi Perkawinan Pemerintah Hindia Belanda dan dihadiri sekitar 10 ribu orang. Muktamar pada momen ini juga memfokuskan nasihat dari K.H. Hasyim Asy’ari yang dimana menjaga marwah dan peran ulama serta menjadi guru yang baik, jujur, dan amanah terutama guru di rumah.

Sejarah yang ketiga yaitu pertemuan Harlah (Hari Lahir) Satu Abad NU yang diadakan di Stadion Gajayana, Malang pada 7-8 Februari 2026 pekan depan. Pertemuan ini diprediksi akan dihadiri sekitar 100 ribu jamaah lebih. Tema yang diusung yaitu “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. 

Dalam puncak acara Harlah NU ini, akan diikuti oleh sejumlah tokoh, termasuk sejumlah pejabat pemerintahan. (*)

Tombol Google News

Tags:

sejarah NU Kota Malang Pertemuan NU Malang Muktamar ke 12 NU Harlah 100 Abad NU Sejarah NU di Malang