KETIK, MALANG – Warga Perumahan Vila Bukit Tidar, Kelurahan Karangbesuki, Kota Malang kembali dihantui aksi pencurian. Pada Minggu dini hari, 25 Januari 2026, sebuah sepeda gunung milik warga di Klaster Boulevard raib digondol maling.
Sumardi terpaksa kehilangan sepeda Polygon Xtrada 5 yang baru saja dibeli. Akibat pencurian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp6,6 juta.
Aksi pencurian ini diduga kuat terjadi antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB. Pelaku disinyalir masuk ke area rumah dengan cara memanjat pagar, lalu menggasak sepeda yang terparkir di teras rumah.
Sumardi baru menyadari pencurian tersebut usai menunaikan salat Subuh berjamaah di musala setempat. Setibanya di rumah, ia mendapati sepeda yang sebelumnya terparkir di teras telah lenyap.
Sumardi menceritakan bahwa ia sama sekali tidak mendengar suara mencurigakan.
“Padahal pagar terkunci, sepertinya pelaku memang niat memanjat," ujar Sumardi dengan nada kecewa.
“Saya berharap ada tindakan tegas karena kejadian seperti ini sudah mulai sering terjadi di lingkungan kami," imbuhnya.
Rentetan aksi kriminalitas di perumahan ini memicu kekhawatiran warga. Pasalnya, peristiwa serupa sudah terjadi berkali-kali dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
Terduga pelaku pencurian kotak amal terekam kamera pengawas CCTV di Musala Ar-Rahmah, Vila Bukit Tidar, Kota Malang. (Foto: Takmir Musala Ar-Rahmah Vila Bukit Tidar)
Pada 30 Oktober 2025, kotak amal Musala Ar-Rahmah Vila Bukit Tidar dibobol maling sekitar pukul 05.30 WIB. Pelaku yang terekam CCTV tampak sangat lihai, menutupi wajahnya, dan mengetahui persis letak kotak amal.
Aksi pembobolan kotak amal kembali terulang di lokasi yang sama, pada 30 November 2025. Diduga kuat pelakunya adalah orang yang sama dengan aksi sebelumnya.
Kejadian yang berulang ini memicu desakan dari warga agar pihak manajemen perumahan meningkatkan patroli keamanan, terutama pada jam-jam rawan. (*)
