KETIK, TULUNGAGUNG – Di bawah langit senja yang mulai menyepuh jingga, suasana syahdu menyelimuti Balai Desa Sumberdadi. Kamis sore, 12 Maret 2026, bukan sekadar pergantian waktu berbuka biasa.
Hari itu, sebuah simfoni kepedulian tercipta dalam agenda Buka Puasa Bersama dan Penyerahan Santunan Anak Yatim serta Fakir Miskin.
Kolaborasi apik antara Pemerintah Desa Sumberdadi dan Pengurus Santunan Al-Istiqomah ini menjadi bukti nyata bahwa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, tak ada yang dibiarkan merasa sendiri.
Kesederhanaan yang Memikat Hati
Pemandangan paling menyentuh terlihat saat 59 anak yatim kebanggaan Desa Sumberdadi hadir memenuhi ruangan.
Berbalut busana putih bersih dengan bawahan hitam yang kontras, mereka tampak seperti deretan mutiara di penghujung hari.
Wajah-wajah ceria itu menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati seringkali hadir dalam balutan kesederhanaan.
Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan Tahlil yang mengirimkan ketenangan ke seluruh sudut ruangan, sembari menanti azan Magrib. Nuansa religius semakin kental dengan untaian nasihat yang menyejukkan jiwa.
Sinergi Tanpa Batas Pemerintah dan Masyarakat
Kepala Desa Sumberdadi, Muhammad Nahru, dalam sambutannya menekankan bahwa kerja sama dengan Al-Istiqomah adalah langkah strategis dalam memperkuat jaring pengaman sosial di tingkat desa.
"Kebahagiaan mereka adalah keberkahan bagi kita semua. Mari kita terus melangkah bersama untuk mewujudkan Sumberdadi yang lebih peduli dan religius," ujar Nahru dengan penuh haru.
Pesan menyentuh juga datang dari Kyai Muhajir. Dalam tausiyah singkat selama tujuh menit, beliau menitipkan pesan mendalam kepada anak-anak yatim yang hadir agar senantiasa mendoakan orang tua, para dermawan, serta perangkat desa setelah salat.
"Sejatinya, harta yang kita miliki bukanlah apa yang kita makan atau kita simpan, melainkan apa yang kita sedekahkan dengan ikhlas," tutur Kyai Muhajir, mengingatkan para hadirin akan hakikat berbagi.
Puncak Kehangatan di Ambang Magrib
Momen yang paling dinantikan tiba saat paket santunan diserahkan secara simbolis. Satu per satu, Kepala Desa diikuti jajaran perangkat desa dan pengurus Al-Istiqomah membagikan tali kasih tersebut.
Ada tangis haru yang terselip di balik senyum syukur. Saat doa bersama dipanjatkan tepat sebelum azan Magrib berkumandang, suasana mencapai puncak kekhidmatannya.
Melalui momen ini, terselip harapan besar agar semangat "saling menjaga" ini tidak hanya bersemi di bulan Ramadan, tetapi tumbuh menjadi budaya abadi bagi seluruh warga Desa Sumberdadi.
Agenda ini sukses menutup hari dengan manis, menyisakan jejak kebaikan yang akan terus dikenang oleh mereka yang memberi maupun yang menerima.(*)
